Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menebar Ukhuwah di Negeri Tirai Bambu, Kisah Hangat PWM Jatim dan RSMA di Masjid Dasi Tianjin

Iklan Landscape Smamda
Menebar Ukhuwah di Negeri Tirai Bambu, Kisah Hangat PWM Jatim dan RSMA di Masjid Dasi Tianjin
Rombongan PWM Jatim dan Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah–Aisyiyah se-Jatim di Masjid Dasi Tianjin. Foto: Istimewa
Oleh : Rudi Utomo, S.KM., M.Kes Wakil Sekretaris MPKU PWM Jatim
pwmu.co -

Di antara deru kendaraan dan gedung-gedung megah yang menandai kemajuan Kota Tianjin, rombongan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah–Aisyiyah (RSMA) se-Jawa Timur menemukan ketenangan di sebuah tempat suci bersejarah. Namanya Masjid Dasi.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda tambahan dalam rangkaian studi banding kesehatan ke Beijing dan Tianjin, tetapi juga menjadi perjalanan spiritual yang meneguhkan makna ukhuwah Islamiyah lintas bangsa.

Masjid Dasi, atau Dasi Mosque, berdiri anggun di kawasan Hongqiao District, Tianjin. Ia menjadi saksi bisu perjalanan panjang Islam di utara Tiongkok. Didirikan pada masa Dinasti Ming, sekitar abad ke-17, masjid ini memadukan nuansa arsitektur klasik Tionghoa dengan sentuhan Islam yang lembut, kaligrafi Arab menghiasi dinding, tiang kayu berukir halus menopang atap melengkung khas Timur, dan mihrab yang menghadap kiblat dengan presisi sempurna.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Dasi juga menjadi pusat pendidikan dan kegiatan sosial bagi komunitas Muslim setempat. Di tengah mayoritas masyarakat non-Muslim, masjid ini tetap hidup, menjadi ruang bagi umat untuk berjumpa, belajar, dan menjaga identitas keislaman dengan penuh damai.

Kunjungan PWM Jatim dan RSMA ke Tianjin pada akhir Oktober 2025 sejatinya berfokus pada studi banding sistem pelayanan kesehatan modern. Namun, di sela-sela agenda padat meninjau rumah sakit dan universitas medis, rombongan menyempatkan waktu khusus untuk singgah di Masjid Dasi , seolah menautkan kembali sisi ruhani dari perjalanan yang penuh ilmu dan teknologi.

Dengan difasilitasi oleh Tianjin Exchange Center Jawa Timur, rombongan disambut hangat oleh takmir masjid. Suasana seketika berubah hening ketika jamaah Muhammadiyah dari Indonesia itu melaksanakan salat Jama’ Qashar Dhuhur dan Ashar berjamaah. Di bawah lampion-lampion kayu yang menggantung di langit-langit masjid, lantunan takbir dan doa terdengar berpadu dalam keindahan lintas bahasa.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa beribadah di tempat bersejarah ini. Masjid ini bukan hanya simbol Islam di Tiongkok, tapi juga simbol keteguhan dan kedamaian umat Islam di seluruh dunia,” tutur Ir. Tamhid Masyhudi, Wakil Ketua PWM Jawa Timur yang memimpin rombongan, seusai salat berjamaah.

Sebelum meninggalkan masjid, Tamhid mengajak seluruh peserta untuk menunaikan infaq bagi kemakmuran Masjid Dasi. Dengan penuh keikhlasan, terkumpul dana sebesar 800 Yuan yang diserahkan langsung kepada pengurus masjid. Momen itu menjadi gambaran nyata dari pesan Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya saling menolong dan berbagi di antara sesama umat.

Takmir masjid yang menerima donasi tampak haru. Sebagai balasan, mereka menyerahkan sebuah guci khas Tianjin kepada rombongan sebagai tanda persahabatan. Sebuah benda sederhana, namun sarat makna, simbol silaturahmi yang mengalir melintasi batas geografis, bahasa, dan budaya.

Menyulam Dakwah dalam Harmoni

Bagi rombongan PWM Jatim dan RSMA, kunjungan ke Masjid Dasi menjadi pengalaman yang menggugah. Di tengah kesibukan menimba pengetahuan tentang dunia medis modern, mereka menemukan pelajaran yang jauh lebih dalam: tentang makna iman, kesetiaan pada nilai-nilai Islam, dan pentingnya menjaga silaturahmi di mana pun berada.

“Dari Tianjin kami belajar bahwa Islam bisa tumbuh di lingkungan apa pun. Ia tidak berbenturan dengan budaya, justru menyatu dalam harmoni. Nilai-nilainya universal — kedamaian, kasih sayang, dan kepedulian sosial. Itulah dakwah yang berkemajuan,” ungkap salah satu anggota rombongan dengan mata berkaca-kaca.

Masjid Dasi Tianjin kini tak lagi sekadar destinasi wisata religi, tetapi menjadi simbol bagaimana Islam mampu berdiri teguh di tengah perbedaan. Di sana, umat Muslim dari berbagai belahan dunia datang silih berganti, membawa pesan perdamaian dan ukhuwah.

Dari kunjungan singkat itu, rombongan PWM Jatim dan RSMA membawa pulang lebih dari sekadar dokumentasi dan catatan studi banding. Mereka membawa cerita tentang persaudaraan — bahwa di balik megahnya tembok budaya dan bahasa, ada satu ikatan yang tak lekang oleh waktu: ukhuwah Islamiyah.

Di Negeri Tirai Bambu, ukhuwah itu bersemi. Dan dari Tianjin, semangat dakwah berkemajuan itu kembali menyala — menebar kedamaian dari Timur ke seluruh penjuru dunia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu