Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menelusuri Akar Sejarah Halalbihalal dan Tantangan Dakwah Modern di Mranggen

Iklan Landscape Smamda
Menelusuri Akar Sejarah Halalbihalal dan Tantangan Dakwah Modern di Mranggen
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Blimbing saat mengupas sejarah halalbihalal pada Rabu malam (01/04/2026). (Ahmas Nasri/PWMU.CO).
pwmu.co -

Mulai dari tradisi sungkeman di Mangkunegaran tahun 1757 hingga instruksi Bung Karno pada 1948, sejarah halalbihalal kembali terkupas tuntas dalam pertemuan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Blimbing.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Baitul Ghofur Mranggen, Polokarto, Sukoharjo pada Rabu malam (01/04/2026).

Ketua Majelis Tabligh PCM Blimbing, Sarwanto SAg memaparkan bahwa istilah unik ini memiliki akar yang kuat di wilayah Solo Raya sebelum akhirnya menjadi tradisi nasional bahkan mendunia.

Peran Vital Suara Muhammadiyah

Ia merinci empat versi besar, termasuk peran vital majalah Suara Muhammadiyah nomor 5 tahun 1924 yang sudah memuat rubrik silaturahmi ini sebagai kunci persatuan bangsa.

“Muhammadiyah melalui majalah Suara Muhammadiyah tahun 1924 telah menulis rubrik pentingnya halalbihalal dalam menjalin persatuan” ujar Sarwanto.

Selain itu, ia juga menjelaskan transformasi istilah ini dari pedagang martabak di THR Sriwedari hingga masuk ke Istana Negara pada 1948 atas saran KH Wahab Hasbullah.

Kuatnya akar sejarah tersebut kemudian ditarik ke dalam tantangan era modern oleh Wakil Ketua PDM Sukoharjo KH Wiwaha Aji Santosa SPd.

Ia menegaskan bahwa pemahaman sejarah sangat penting agar tradisi ini tidak dianggap sekadar seremonial, melainkan alat perjuangan untuk membentengi jati diri umat.

Persoalan jati diri ini menjadi kian krusial mengingat data memprihatinkan mengenai kondisi fisik dan mental remaja saat ini.

Remaja dan Gangguan Kejiwaan

Mengacu pada survei Desember 2025, Wiwaha mengungkapkan bahwa sekitar 2 juta remaja Indonesia mengalami gangguan kejiwaan di tengah rendahnya tingkat kebugaran fisik yang hanya mencapai angka 40 persen.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Fisik anak muda kita kebugarannya hanya di level cukup. Padahal Rasulullah saw. berkata bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai, maka ini penting bagi mubaligh” tegas Wiwaha.

Ia mendorong para dai untuk fokus pada dakwah keluarga guna memberikan solusi nyata atas krisis mental dan degradasi moral tersebut.

Semangat penguatan jati diri dan dakwah yang ditekankan Wiwaha tersebut rupanya berjalan selaras dengan kemajuan infrastruktur di tingkat akar rumput.

Hal ini terbukti dari laporan progres pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah di Ranting Mranggen yang kini telah menyentuh angka 80 persen.

Ketua PRM Mranggen, Mahfudi, menjelaskan bahwa gedung tersebut akan menjadi pusat syiar Islam yang lebih representatif.

Selain merampungkan fisik gedung, pihak takmir juga tengah menggalang dukungan kolektif untuk rencana pembebasan lahan tambahan bagi area penyembelihan hewan qurban.

“Mohon doa dan dukungan agar masjid ini bisa segera membebaskan tanah untuk lokasi penyembelihan qurban” pungkas Mahfudi.

Acara tertutup dengan ikrar halalbihalal kolektif tersebut sebagai wujud nyata komitmen menjaga ukhuwah dan konsistensi dakwah di masa depan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡