Search
Menu
Mode Gelap

Menemukan Keindahan Hidup di Balik Ujian dan Nikmat

Menemukan Keindahan Hidup di Balik Ujian dan Nikmat
Foto: Umar Islam, Contemplation, 2019/ © Umar Islam
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Kehidupan memang indah dengan segala aspeknya. Indah bukan hanya karena penuh warna, tetapi juga karena hadir bersama suka dan duka, bahagia dan ujian, manis dan pahit. Semua itu membuat kita tumbuh dan belajar menjadi manusia yang lebih matang.

Beberapa hal yang membuat kehidupan terasa lebih indah antara lain:

1. Cinta dan kasih sayang

Hubungan yang penuh cinta dan kasih sayang dengan keluarga, teman, dan orang-orang terdekat memberikan kehangatan yang tak ternilai. Seorang ayah yang bekerja keras untuk anak-anaknya, seorang ibu yang penuh doa, atau sahabat yang selalu hadir di saat sulit—itulah pelangi yang membuat hidup terasa lebih bermakna.

2. Alam dan keindahan ciptaan Allah

Menyaksikan matahari terbit di ufuk timur, mendengar suara deburan ombak, atau merasakan semilir angin pegunungan—semua itu menjadi tanda kebesaran Allah. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk merenungi ciptaan-Nya agar hati selalu terhubung dengan Sang Pencipta.

3. Pengalaman dan kenangan

Kenangan manis bersama keluarga, pengalaman jatuh bangun dalam bekerja, hingga keberhasilan kecil yang dicapai dengan perjuangan, semuanya bisa menjadi sumber motivasi untuk melangkah lebih kuat di masa depan.

4. Kreativitas dan ekspresi diri

Menulis, melukis, memasak, atau sekadar berbagi ide adalah cara manusia mengekspresikan dirinya. Kreativitas membuat hidup lebih hidup, karena di dalamnya ada kebebasan jiwa.

5. Iman dan spiritualitas

Inilah puncak dari keindahan hidup. Dengan iman, seseorang mampu memandang ujian bukan sebagai beban, tetapi sebagai jalan menuju kemuliaan. Dengan spiritualitas, seseorang bisa tetap tegar ketika orang lain mungkin sudah menyerah.

Namun, kehidupan tidak selalu mudah. Ada kalanya kita harus berhadapan dengan ujian yang berat. Karena itu, kunci untuk bertahan adalah positif, sabar, dan bersyukur.

Sikap positif membuat kita mampu melihat peluang di balik masalah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

  • Kesabaran menuntun kita untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
  • Rasa syukur menjadikan hati lapang, meski keadaan tidak selalu sesuai harapan.

Allah Ta’ala berfirman:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

“Dan janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, sebab paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)

Rasulullah saw juga bersabda:

“Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin. Semua urusannya adalah kebaikan baginya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesulitan, ia bersabar, maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)

Ilustrasi Kehidupan

Seorang pedagang kecil di pasar yang setiap hari hanya membawa pulang penghasilan pas-pasan tetap terlihat ceria. Ketika ditanya rahasianya, ia menjawab:

“Saya selalu melihat bahwa rezeki bukan hanya dari dagangan saya, tetapi juga dari napas yang masih Allah berikan, keluarga yang sehat, dan hati yang tenang. Itu lebih mahal dari uang.”

Atau kisah seorang mahasiswa yang jauh dari kampung halaman. Ia merantau dengan keterbatasan ekonomi, namun tetap bersemangat belajar.

Kesabaran dan rasa syukurnya membuat ia berhasil meraih beasiswa hingga akhirnya bisa mengangkat derajat keluarganya.

Hidup akan menjadi indah bila kita memandangnya dengan kaca mata iman. Keindahan bukan sekadar apa yang kita lihat, tetapi bagaimana hati kita menafsirkannya. Dengan sikap positif, kesabaran, dan rasa syukur, setiap detik kehidupan adalah nikmat.

Mari kita jalani hidup ini dengan lebih tenang, penuh harap kepada Allah, sambil menghiasi hari dengan doa dan rasa syukur. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments