Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mengapa Kita Mudah Menghina dan Sulit Menghargai?

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mengapa Kita Mudah Menghina dan Sulit Menghargai?
Oleh : Wulan Inayah Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya

Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Kita dapat memperoleh informasi, berbagi pengalaman, dan menyampaikan pendapat dengan lebih praktis.

Namun, banyak orang masih menggunakan media sosial untuk mencela, menertawakan, atau merendahkan orang lain.

Mereka melakukan hal tersebut hanya karena perbedaan pendapat.

Kita mungkin pernah melihat seseorang menerima banyak komentar negatif karena unggahannya.

Bahkan, beberapa orang langsung menilai tanpa memahami kejadian yang sebenarnya.

Fenomena ini patut kita perhatikan karena interaksi di media sosial mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila.

Nilai-nilai tersebut seharusnya hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila bukan sekadar materi pelajaran di sekolah atau kampus. Pancasila juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat beraktivitas di dunia maya.

Menghargai Orang Lain di Dunia Digital

Persoalan ini berkaitan dengan sila kedua, yaitu “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.

Sila ini mengajarkan kita untuk menghormati martabat setiap manusia.

Sayangnya, sebagian orang merasa bebas berkomentar tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Padahal, komentar yang mereka anggap sebagai candaan bisa menyakiti pembacanya.

Setiap orang memang berhak menyampaikan kritik dan pendapat. Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab.

Kita perlu membedakan kritik terhadap tindakan dan penghinaan terhadap seseorang.

Perbedaan pendapat tidak membenarkan kita mengabaikan rasa hormat kepada sesama.

Berbeda Pendapat Bukan Berarti Bermusuhan

Persoalan ini juga berkaitan dengan sila ketiga, yaitu “Persatuan Indonesia”.

Media sosial mempertemukan orang-orang dengan latar belakang dan pemikiran berbeda.

Seharusnya, perbedaan tersebut menjadi kesempatan untuk saling belajar, bukan alasan untuk bermusuhan.

Namun, perdebatan di media sosial terkadang berubah menjadi aksi saling menyerang.

Ada pula orang yang ikut membenci seseorang karena mengikuti pendapat mayoritas.

Mereka melakukannya tanpa mencari tahu persoalan secara menyeluruh.

Persatuan tidak mengharuskan semua orang memiliki pendapat yang sama.

Kita tetap bisa berbeda pandangan tanpa merendahkan satu sama lain.

Menghargai perbedaan merupakan salah satu cara menjaga persatuan.

Sikap ini penting dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Jangan Menganggap Hinaan sebagai Hal Biasa

Menurut saya, masalah utama penggunaan media sosial bukan sekadar banyaknya komentar negatif.

Masalah lainnya ialah kebiasaan menganggap hinaan sebagai sesuatu yang wajar.

Banyak orang mudah ikut menghakimi tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain.

Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Pancasila masih menghadapi tantangan di era digital.

Kita sering berbicara tentang pentingnya menghargai sesama.

Namun, perilaku sehari-hari belum selalu mencerminkan nilai tersebut.

Memahami Pancasila saja tidak cukup tanpa kesadaran untuk menerapkannya.

Sebagai mahasiswa, kita perlu mengevaluasi cara menggunakan media sosial, bukan sekadar menilai perilaku orang lain.

Kita bisa memulainya dengan memeriksa kebenaran informasi dan berpikir sebelum berkomentar.

Kita juga perlu menghindari penyebaran konten yang bertujuan mempermalukan seseorang.

Mengamalkan Pancasila dari Hal Sederhana

Menurut saya, pengamalan Pancasila seharusnya terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain.

Pengamalan tersebut bukan sekadar kemampuan menghafalkan kelima sila.

Jangan sampai kita mampu menjelaskan Pancasila di kelas, tetapi mengabaikan nilainya saat berinteraksi di dunia digital.

Media sosial seharusnya menjadi tempat berbagi informasi dan bertukar pikiran, bukan saling menjatuhkan.

Mari menerapkan Pancasila melalui tindakan sederhana, seperti menjaga perkataan dan menghormati perbedaan.

Kita juga perlu bertanggung jawab atas setiap hal yang kita bagikan.

Selain itu, kita perlu menyadari bahwa orang lain dapat melihat dan membagikan kembali jejak digital.

Karena itu, kita perlu mempertimbangkan manfaat sebelum mengunggah sesuatu.

Kita juga harus memeriksa kebenarannya dan memikirkan perasaan pihak yang kita bicarakan.

Sikap bijak tidak membatasi kebebasan berpendapat, tetapi mendorong kita menggunakannya secara bertanggung jawab.

Pancasila benar-benar bermakna ketika kita tidak hanya mengucapkan nilai-nilainya.

Kita juga harus menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 16/10/2026 23:41
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu