Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengurai Hakikat Rezeki: Kunci Keberkahan Bukan Sekadar Jam Kerja

Iklan Landscape Smamda
Mengurai Hakikat Rezeki: Kunci Keberkahan Bukan Sekadar Jam Kerja
Gambar ilustrasi rizeki. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Soegianto Dosen Pemodelan Alam semesta
pwmu.co -

Dalam menghadapi tantangan ekonomi modern, masyarakat seringkali berfokus pada kecerdasan, modal, dan jam kerja sebagai penentu utama kesuksesan finansial.

Namun, tinjauan mendalam terhadap prinsip-prinsip syariat Islam mengungkapkan sebuah hakikat yang fundamental: Rezeki adalah jaminan mutlak dari Allah SWT, dan kuncinya terletak pada ketaatan (takwa), bukan semata-mata pada upaya fisik.

Para ulama dan ahli tafsir sepakat bahwa landasan akidah Islam menegaskan Allah sebagai Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Jaminan ini tertuang jelas dalam Al-Qur’an, yang menjadi dasar keyakinan umat.

Allah SWT berfirman: “Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin rezekinya oleh Allah…” (QS. Hud, 11:6).

Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa besaran dan waktu rezeki telah ditetapkan di Lauh Mahfuzh. Profesor A. Rasyid, seorang pakar Syariah, menjelaskan, “Ikhtiar adalah perintah, tetapi rezeki adalah hak prerogatif Ilahi. Mempercayai jaminan ini adalah fondasi ketenangan batin, membebaskan hati dari kekhawatiran yang tidak perlu.”

Peran Keberkahan: Pembeda Kualitas Hidup

Fenomena yang sering teramati adalah adanya dua individu dengan nominal gaji bulanan yang identik, namun memiliki kualitas hidup yang sangat berbeda. Inilah yang diistilahkan dalam Islam sebagai Keberkahan (Barakah).

Barakah didefinisikan sebagai bertambahnya kebaikan dan manfaat dalam sesuatu, meskipun kuantitasnya tetap atau bahkan sedikit. Orang yang rezekinya diberkahi akan merasakan ketenangan, kecukupan, dan kemudahan dalam pengeluaran, sementara orang dengan rezeki tanpa berkah akan merasa selalu kurang, meskipun nominalnya besar.

Contoh nyata: Dua orang berpenghasilan Rp 10 Juta. Orang pertama mungkin sering ditimpa masalah kesehatan, kendaraan rusak, atau pengeluaran tidak terduga yang menguras habis gajinya. Sementara itu, orang kedua dengan penghasilan yang sama merasa cukup, memiliki waktu berkualitas dengan keluarga, dan uangnya terasa lebih “panjang” hingga akhir bulan. Perbedaannya bukan terletak pada jumlah, melainkan pada keberkahan yang Allah tanamkan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kunci Sukses Sejati: Mendekat kepada Sang Pemberi

Meskipun rezeki dijamin, Islam mewajibkan adanya ikhtiar. Namun, Al-Qur’an dan Hadis menekankan bahwa ikhtiar spiritual yang diwujudkan melalui takwa, istighfar, dan zikir adalah cara paling efektif untuk membuka dan memanggil rezeki yang berkah.

Kaitannya dijelaskan secara gamblang dalam janji Allah:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq, 65:2-3).

Ayat ini mengubah paradigma mencari rezeki. Keberuntungan (Al-Falah) sejati bukan ditemukan di pasar atau kantor, melainkan berakar pada ketaatan. Ketika seseorang kesulitan mencari solusi (jalan keluar) dalam masalah finansial, kunci yang ditawarkan syariat adalah peningkatan takwa, yang secara ajaib dapat menarik rezeki dari jalur yang tidak pernah diperhitungkan oleh logika bisnis.

Selain itu, pintu rezeki juga dibuka lebar melalui ampunan, karena dosa diyakini menjadi penghalang utama berkah. Berdasarkan seruan Nabi Nuh AS dalam Al-Qur’an (QS. Nuh, 71:10-12), istighfar (memohon ampunan) secara rutin dijanjikan sebagai sebab turunnya hujan yang membawa kesuburan dan pembanyakkan harta.

Berdasarkan dasar hukum Islam, Rezeki adalah janji mutlak Allah. Orang yang bijak adalah yang mengimbangi ikhtiar fisiknya dengan ikhtiar spiritual. Kunci untuk menjemput dan meraih rezeki yang penuh berkah (sejati) adalah dengan meningkatkan kualitas takwa dan ketaatan, menjadikan setiap usaha duniawi sebagai jembatan menuju keridaan-Nya. Ini adalah formula Al-Falah yang menjanjikan ketenangan jiwa dan kemakmuran hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu