Suasana pagi di UPT SD Negeri 132 Gresik (eks SDN Mojogede) pada Kamis (09/04/2026), tampak lebih hidup dari biasanya.
Sejak pukul 08.00 WIB, para guru dari berbagai sekolah dasar di wilayah KKG Gugus 2 Balongpanggang mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan Sharing Session Guru Kreator Konten.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB ini menjadi ajang belajar bersama sekaligus berbagi pengalaman dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi.
Guru Kreator Berwibawa dan Berdampak
Workshop berawal dengan pembukaan dan sambutan-sambutan dari pihak tuan rumah. Setelah itu, peserta diajak memasuki sesi utama berupa sharing session pengimbasan workshop guru kreator konten, yang menghadirkan empat pemateri dengan pengalaman dan perspektif yang berbeda.
Materi pertama bertajuk “Menjadi Guru Kreator Berwibawa dan Berdampak” tersampaikan oleh Nor Alita Hana Muf’ida SPd dari UPT SD Negeri 122 Gresik.
Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa guru tetap harus menjaga identitas dan wibawa ketika hadir di ruang digital.
“Identitas kita adalah guru. Kita harus bijak dalam penggunaan media sosial di zaman digitalisasi ini. Apa yang kita unggah harus sesuai dengan marwah kita sebagai guru” ungkapnya di hadapan para peserta.
Selanjutnya, Devi Fitria Nengseh SPd dari UPT SD Negeri 132 Gresik menyampaikan materi kedua berjudul “Membangun Personal Branding Guru.” Ia mengajak para guru untuk mulai memikirkan citra diri yang ingin dibangun di dunia digital.
Menurutnya, setiap guru memiliki potensi untuk dikenal melalui karya dan konten yang dibagikan.
“Kita ingin dikenal sebagai guru apa? Guru yang memberi dampak seperti apa? Maka kita perlu membangun personal branding yang sesuai dengan diri kita dan yang kita sukai, agar konten yang dibuat selaras dengan jati diri kita sebagai guru” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, dua guru dari SD Mutu Kagumi (SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang) turut berbagi pengalaman sekaligus mengajak peserta belajar secara langsung.
Produksi Konten
Materi ketiga bertajuk “Produksi Konten Carousel Interaktif” tersampaikan oleh Reza Oktanovia Putri SPd. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan konten carousel edukatif.
Menariknya, peserta juga dikenalkan pada pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu menyusun ide dan isi konten secara lebih cepat dan terstruktur.
Mulai dari merancang ide, menyusun poin-poin materi, hingga menghasilkan desain konten yang siap diunggah ke media sosial, semua dilakukan secara praktik langsung.
Proses yang sederhana ini membuat para peserta semakin percaya diri untuk mulai membuat konten edukasi mereka sendiri.
Sesi terakhir berlanjut dengan materi “Teknis Praktis dan Kilat Rekam Video & Edit via CapCut” oleh Wulan Ega Sanjaya SPd. Pada sesi ini, peserta diajak mencoba secara langsung proses merekam video edukasi serta mengeditnya menggunakan aplikasi CapCut.
Dengan langkah-langkah yang sederhana dan praktis, para guru belajar bagaimana membuat video pembelajaran yang menarik, komunikatif, dan mudah dibagikan melalui berbagai platform digital.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana workshop terasa hidup dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mencoba setiap praktik yang diberikan, berdiskusi, serta saling berbagi pengalaman.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kompetensi guru di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Dunia pendidikan saat ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan digital yang begitu dekat dengan peserta didik.
Melalui kegiatan seperti ini, harapannya para guru mampu hadir di ruang digital yang akrab bagi siswa. Dengan begitu, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat menjangkau dunia digital yang disukai anak-anak masa kini.
Dengan kreativitas guru dalam membuat konten edukatif, pembelajaran pun dapat hadir dengan cara yang lebih menarik, relevan, dan menyenangkan bagi generasi saat ini.





0 Tanggapan
Empty Comments