Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menjaga Marwah dan Kualitas Buku Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur

Iklan Landscape Smamda
Menjaga Marwah dan Kualitas Buku Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur
Taufiqur Rohman saat memberikan masukan dalam FGD riset buku sejarah Muhammadiyah Jawa Timur di At-Ta'awun Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya. Foto: Istimewa/PWMU.CO
Oleh : Taufiqur Rohman Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi
pwmu.co -

Menjaga marwah dan kualitas buku Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 2000–2025 yang akan segera diterbitkan menjadi tanggung jawab bersama. Upaya ini penting agar buku tersebut benar-benar hadir sebagai dokumen resmi dan ilmiah yang menggambarkan dinamika dakwah Persyarikatan Muhammadiyah Jawa Timur secara utuh dan berimbang.

Buku berjudul Membangun Tradisi Baru ini tidak boleh menimbulkan salah tafsir atau gagal paham di kalangan pembaca terhadap perjuangan Muhammadiyah Jawa Timur selama kurun waktu 25 tahun terakhir. Ketepatan data, kedalaman analisis, serta kesetiaan pada nilai dan cita-cita persyarikatan menjadi syarat mutlak.

Momentum strategis dalam proses penyusunan buku ini terjadi pada Sabtu (13/12/2025) melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan MPID Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. FGD tersebut menjadi ruang refleksi, koreksi, sekaligus penguatan arah penulisan sejarah Muhammadiyah Jatim.

Pandangan Prof. Achmad Jainuri sebagai narasumber utama patut menjadi catatan serius. Ia menegaskan agar buku sejarah ini tidak keluar dari rumusan tujuan Muhammadiyah, yaitu menegakkan ajaran Islam demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sejarah Muhammadiyah harus ditulis bukan sekadar sebagai kronologi peristiwa, melainkan sebagai narasi ideologis dan gerakan dakwah.

Penegasan senada disampaikan Prof. Syafig A. Mughni dan Dr. Mustakim. Keduanya mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penulisan, terutama terkait periode kepemimpinan, nama tokoh, serta kesaksian sejarah. Kesalahan kecil dalam buku sejarah dapat berdampak besar pada validitas dan kredibilitas karya tersebut.

Sebagai peserta FGD, penulis mengusulkan agar tim penyusun memberi perhatian serius pada judul, daftar isi, dan kata pengantar. Selain itu, keterlibatan editor bahasa yang andal menjadi kebutuhan mendesak agar narasi buku lebih hidup, komunikatif, dan menarik tanpa kehilangan bobot ilmiahnya.

Beragam masukan, usulan, dan kritik yang muncul dalam FGD tidak seharusnya melemahkan semangat tim penulis. Sebaliknya, seluruh catatan tersebut harus menjadi energi baru untuk menyempurnakan buku sejarah ini. FGD bukan ruang untuk saling meniadakan, melainkan ruang untuk memperkuat kualitas karya.

Keyakinan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Sukadiono, bahwa buku ini disusun berdasarkan data objektif oleh para sejarawan muda Muhammadiyah Jatim, menjadi obor penyemangat tersendiri. Kepercayaan tersebut harus dijawab dengan kerja akademik yang serius, jujur, dan bertanggung jawab.

Upaya para penulis patut diapresiasi. Dengan segala keterbatasan, mereka telah mengerahkan tenaga, waktu, dan kapasitas intelektual untuk menggali jejak kesejarahan Muhammadiyah Jawa Timur. Kerja ini bukan pekerjaan ringan, melainkan amanah intelektual dan ideologis.

Harapannya, seluruh hasil FGD benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk evaluasi, penyempurnaan, penyuntingan, hingga tahap akhir penulisan. Dengan demikian, marwah Persyarikatan Muhammadiyah dan kualitas buku sejarah Jawa Timur tetap terjaga.

Semoga buku Membangun Tradisi Baru kelak mampu mencerahkan pembaca dan menghadirkan pemahaman yang utuh tentang kiprah dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu