Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menjelang Berbuka, Dr. Eko Hardiansyah Paparkan Segitiga Sukses Ahmad Dahlan

Iklan Landscape Smamda
Menjelang Berbuka, Dr. Eko Hardiansyah Paparkan Segitiga Sukses Ahmad Dahlan
Kajian Ramadan PWM Jatim Bahas Tiga Kunci Sukses Ahmad Dahlan (Huda./PWMU.CO)
pwmu.co -

Tiga kunci kesuksesan KH Ahmad Dahlan, ilmu, ta’awun, dan tauhid menjadi pokok bahasan dalam kajian menjelang berbuka puasa yang disampaikan Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, Dr. Eko Hardiansyah, M.Psi. Kajian tersebut berlangsung dalam rangkaian agenda Penandatanganan Kerja Sama, Seminar Pendidikan, dan Buka Puasa Bersama pada Jumat (13/3/2026) di Harris Hotel Gubeng Surabaya.

Kajian tersebut berlangsung dalam suasana menunggu azan magrib yang diikuti para kepala sekolah dan madrasah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dalam pemaparannya, Dr. Eko menegaskan bahwa ilmu, ta’awun, dan tauhid membentuk “segitiga kesuksesan” yang menjadi landasan gerakan Muhammadiyah hingga saat ini.

Ia menjelaskan bahwa ilmu merupakan fondasi penting bagi seseorang untuk mencapai kemajuan.

(Al-Mujadilah Ayat: 11) يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Hal tersebut menurutnya telah tercermin dari perjalanan hidup KH Ahmad Dahlan yang memiliki semangat kuat dalam menuntut ilmu sejak usia muda.

“Kalau kita lihat sejarahnya, Ahmad Dahlan pada usia sekitar 15 tahun sudah berangkat ke Makkah untuk belajar. Ini menunjukkan bahwa semangat mencari ilmu sudah dimiliki sejak dini,” ujarnya.

Menurut Dr. Eko, langkah tersebut menjadi sangat penting jika dilihat dari kondisi masyarakat Indonesia pada masa itu ketika sebagian besar penduduk belum memiliki kemampuan membaca dan menulis.

Selain itu, KH Ahmad Dahlan juga dikenal memiliki banyak guru dari berbagai daerah. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti pada satu sumber saja.

“Kalau ingin menjadi orang yang berkembang, maka harus banyak belajar dari berbagai sumber. Ahmad Dahlan mendatangi para gurunya untuk menimba ilmu,” jelasnya.

Tidak hanya mempelajari ilmu agama, KH Ahmad Dahlan juga mempelajari berbagai ilmu yang berkaitan dengan persoalan kehidupan masyarakat. Hal ini, menurut Dr. Eko, menjadi pelajaran bahwa pendidikan harus mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam konteks pendidikan saat ini, dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu menilai bahwa perkembangan teknologi menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Ia mencontohkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang dapat digunakan secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran.

“Teknologi bisa sangat membantu pendidikan jika digunakan secara tepat. Karena itu, guru dan sekolah perlu memahami cara memanfaatkannya dengan baik,” katanya.

Setelah menjelaskan pentingnya ilmu, Dr. Eko kemudian menguraikan kunci kedua dalam kesuksesan KH Ahmad Dahlan, yaitu ta’awun atau semangat tolong-menolong dalam kebaikan. Menurutnya, nilai ini menjadi ciri kuat dalam perjuangan Ahmad Dahlan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia menilai bahwa KH Ahmad Dahlan tidak hanya mengajarkan ajaran Islam secara teori, tetapi juga mendorong murid-muridnya untuk terlibat langsung membantu masyarakat, terutama kaum miskin dan mereka yang membutuhkan (teologi al-Ma’un)

Semangat tersebut kemudian melahirkan berbagai amal usaha Muhammadiyah, termasuk di bidang pendidikan seperti pendirian Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islam (MIDI) yang didirikan pada 1 Desember 1911dan pelayanan sosial.

“Ahmad Dahlan menanamkan bahwa ilmu harus membawa manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pendidikan harus melahirkan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Kunci ketiga adalah tauhid, yaitu keyakinan yang kuat kepada Allah Swt sebagai landasan setiap aktivitas. Tauhid, menurutnya, membuat seseorang memiliki niat yang lurus dalam bekerja dan berjuang.

Ia menegaskan bahwa ketika seseorang bekerja dengan niat ibadah, maka berbagai kesulitan akan terasa lebih ringan.

“Kalau kita berangkat bekerja hanya untuk bekerja, hasilnya juga sebatas pekerjaan. Tetapi kalau diniatkan sebagai ibadah kepada Allah, maka semua yang kita lakukan memiliki nilai yang lebih besar,” ujarnya.

Dalam kajian tersebut, Dr. Eko juga mengajak para peserta untuk menjadikan tiga prinsip tersebut sebagai dasar dalam mengembangkan lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Menurutnya, peningkatan kualitas guru, penguatan kolaborasi, serta peneguhan nilai keislaman merupakan langkah penting agar lembaga pendidikan mampu menjawab tantangan zaman.

Kajian ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Penandatanganan Kerja Sama antara Muhammadiyah dan Marshall Cavendish Singapore dalam pengembangan pembelajaran berbasis AI dan coding.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan sekolah-madrasah Muhammadiyah dapat memperkuat inovasi pembelajaran sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh para pendirinya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡