Suasana ruang Palka Wacana Bangunan C10, di Pusat Pengkajian Komunikasi, Universiti Sains Malaysia (USM), berasa hangat sejak pagi, Rabu (20/8/2025).
Peserta seminar menyimak dengan penuh antusias ketika para akademisi dari dua negara membedah topik yang tengah hangat: perkembangan industri media di era kecerdasan buatan (AI).
Bagi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), momen ini bukan sekadar seminar, melainkan langkah nyata memperluas kolaborasi internasional.
UMY resmi bermitra dengan School of Communication USM, salah satu kampus terbaik dunia yang masuk 150 besar QS World University Rankings.
Dari Indonesia hadir Dr. Filosa Gita Sukmono dan Dr. Senja Yustitia. Mereka memaparkan bagaimana industri media di Indonesia terus bertransformasi, termasuk fenomena film Indonesia yang kini meraih hati penonton Malaysia.
“Diskusi pagi ini berjalan cukup hangat. Banyak peserta dari Malaysia menanyakan mengapa film Indonesia begitu populer di sini,” ujar Filosa, sembari tersenyum menyambut pertanyaan peserta seminar, seperti rilis yang diterima PWMU.CO.
Sementara itu, Dr. Mahyuddin Ahmad dan Dr. Chai Ming Hock dari USM memberikan perspektif tentang perkembangan media di Malaysia, terutama tantangan dan peluang ketika AI masuk ke ruang redaksi, produksi konten, hingga strategi distribusi.
Tak hanya sekadar paparan, diskusi pun berkembang hidup. Dr. Nik Norma, dosen USM sekaligus koordinator acara, mengaku kagum dengan semangat partisipasi peserta.

“Tidak terasa kegiatan ini berlangsung lebih dari dua jam. Antusiasme peserta tinggi, ide-ide baru terus bermunculan. Kami berharap forum seperti ini bisa juga digelar di Indonesia,” tuturnya.
Kerja sama kedua kampus ini mencakup pengabdian masyarakat, penelitian bersama, hingga publikasi internasional. Lebih jauh, seminar lintas negara ini memberi ruang bagi peserta untuk melihat langsung bagaimana dunia media bergerak cepat di era teknologi mutakhir.
Bagi UMY, langkah ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdampak global.
“Ilmu Komunikasi UMY ingin selalu menjadi bagian dari percakapan internasional, sekaligus berkontribusi pada pengembangan pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman,” tegas Filosa selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMY.
Dengan semangat kolaborasi dan atmosfer akademik yang penuh energi, jejak kerja sama UMY–USM ini tampak seperti sebuah awal yang menjanjikan. Sebuah jembatan pengetahuan yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia dalam merespons era baru industri media berbasis AI. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments