Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, TK ABA Pendil dan KB Melati Aisyiyah menggelar karnaval dengan tema unik, “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, Selasa (6/8/2025).
Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini berlangsung meriah, penuh warna, sekaligus sarat nilai pendidikan karakter bagi anak-anak usia dini. Tak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, karnaval ini juga menjadi sarana pengenalan kebiasaan baik yang diharapkan membentuk karakter hebat sejak dini.
Tema karnaval merujuk pada tujuh kebiasaan positif, yaitu:
- Bangun Pagi
- Beribadah
- Berolahraga
- Makan Sehat dan Bergizi
- Gemar Belajar
- Bermasyarakat
- Tidur Cepat
Masing-masing kelas tampil dengan atribut, poster, dan kostum yang mewakili salah satu kebiasaan tersebut. Anak-anak tampak antusias berjalan beriringan mengelilingi lingkungan sekitar sekolah sambil menyapa warga yang turut menyaksikan dari tepi jalan. Guru dan orang tua ikut mendampingi, menjaga ketertiban, sekaligus memberi semangat.
Antusias Anak dan Orang Tua
Kostum yang dikenakan anak-anak menjadi daya tarik tersendiri. Ada yang tampil dengan pakaian lauk pauk—seperti telur ceplok dan ikan—sebagai representasi kebiasaan makan sehat, hingga kostum unik lainnya sesuai tema kelompok.
Orang tua pun kompak membantu mempersiapkan kebutuhan anak, dari kostum hingga properti. Beberapa bahkan ikut mengenakan pakaian seragam atau membawa poster dukungan. Kehangatan kebersamaan antara guru, anak, orang tua, dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pendil-Banyuanyar terlihat nyata dalam acara ini.
Makna di Balik Karnaval
Kepala TK ABA Pendil, Nanik Hermawati SPd, menjelaskan karnaval ini merupakan bagian dari upaya menanamkan karakter melalui cara menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak belajar mencintai negaranya, sekaligus mengenal kebiasaan baik yang membentuk karakter hebat,” ujarnya.
Ketua PCA Pendil, Eni Laili Muchishi, menambahkan kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan PCA.
“Kebersamaan hari ini wujud sinergi kita dalam mendidik anak-anak. Semoga momen ini membekas positif dalam ingatan mereka,” ungkapnya.
Sepanjang rute karnaval, warga sekitar tampak menyambut dengan hangat. Ada yang melambaikan tangan, memberi semangat, hingga mengabadikan momen lewat ponsel.
Bagi masyarakat, kehadiran karnaval ini menjadi warna tersendiri dalam peringatan kemerdekaan. Meski sederhana, pesannya kuat: pendidikan karakter dan cinta tanah air dapat ditanamkan sejak dini melalui kegiatan menyenangkan yang melibatkan semua pihak.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian minuman dan makanan ringan. Anak-anak pulang dengan wajah penuh semangat, membawa pengalaman berharga dalam proses tumbuh kembang mereka sebagai calon generasi penerus bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments