Meski angin bertiup kencang di Kota Blitar, warga Muhammadiyah Kepanjenkidul, Blitar tetap antusias menghadiri Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kepanjenkidul, pada Ahad (25/1/2026). Antusiasme jamaah terlihat dari kursi yang disiapkan panitia terisi penuh.
Kajian tersebut menghadirkan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri, Ustaz Afwan Al Asgaf, S.E., M.M., yang lebih dikenal dengan nama Gus Afwan, sebagai pemateri.
Kegiatan Kajian Ahad Pagi PCM Kepanjenkidul ini dihadiri oleh Wakil Ketua PDM, Ketua PCM Kepanjenkidul beserta jajaran, anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kepanjenkidul, unsur Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah (NA).
Turut hadir pula para guru dan karyawan SD Muhammadiyah Blitar, pegawai RSU Aminah dan RSI Aminah yang berdomisili di Kepanjenkidul, serta para simpatisan Muhammadiyah.
Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan penuh dari Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) (KLL) PCM Kepanjenkidul.
Menurut salah satu pengurus KLL PCM Kepanjenkidul, Dzun Nuraini Azis, selain memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Kajian Ahad Pagi PCM Kepanjenkidul serta berbagai kajian lainnya di lingkungan PCM Kepanjenkidul, KLL PCM Kepanjenkidul juga memiliki sejumlah program unggulan.
Program-program tersebut antara lain Beasiswa Pendidikan Mentari, santunan duafa, Bakti Guru, pemberdayaan ekonomi, pelayanan ambulans, khitanan massal yang rutin diselenggarakan setiap tahun, serta pemberian bantuan pembayaran listrik untuk masjid dan musala di wilayah PCM Kepanjenkidul.
Ustaz Afwan mengawali tausiyahnya dengan membacakan Surat Al-‘Asr ayat 1-3, yang artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Asr [103]: 1-3).
Gus Afwan menjelaskan kandungan Surat Al-‘Asr secara singkat dan jelas dengan mengaitkannya pada pengalaman pribadi serta berbagai peristiwa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan gaya penyampaian yang ceplas-ceplos, dan diselingi humor, materi tausiyah dapat diterima dengan baik oleh para jamaah. Hal tersebut membuat jamaah tetap fokus, memahami pesan yang disampaikan, tidak mengantuk, dan tetap bersemangat hingga Kajian Ahad Pagi berakhir.
Sebelum mengakhiri ceramahnya, Gus Afwan mengingatkan bahwa dalam menasihati untuk kebenaran dan kesabaran diperlukan kehati-hatian, penuh hikmah, serta tetap sabar.
“Warga Muhammadiyah harus mau berinteraksi dan menyapa warga di lingkungannya meskipun berbeda pemahaman dalam beribadah, mau memberi bantuan, tidak mudah menyalahkan, serta tetap menghargai perbedaan dengan berdakwah secara bijak dan penuh kesabaran,” pesannya.
Setelah Kajian Ahad Pagi PCM Kepanjenkidul ditutup, para jamaah makan pagi bersama yang disiapkan oleh KLL PCM Kepanjenkidul. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments