Meski hujan, ribuan warga Muhammadiyah Jawa Timur tetap antusias menghadiri Tabligh Akbar sekaligus Grand Opening Distributor ACMU dan ITMU Jawa Timur pada Ahad (26/10/2025).
Di tengah rintik hujan tersebut, Tim Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan, Sidoarjo, tampil energik dan serempak, berhasil memukau penonton, membuktikan semangat dan profesionalisme para penari tak tergoyahkan oleh cuaca.
Dengan busana yang anggun, wajah teduh, dan gerakan yang serempak, tepukan ritmis tangan mereka berhasil memecah dinginnya udara. Sekilas, penampilan itu tampak bukan berasal dari pelajar Jawa Timur.
Keanggunan, kekompakan, dan kepercayaan diri mereka membuat penonton larut dalam kekaguman.
“Walaupun mereka bukan berasal dari Aceh, dengan semangat, keyakinan, dan latihan rutin, mereka mampu tampil sempurna,” ujar pelatih tari, Robiaturrahmani, S.Pd.
Ia menambahkan, tim tersebut memang telah beberapa kali dipercaya tampil dalam berbagai acara ortom Muhammadiyah, mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Wakil Kepala Bidang Humas Smamuga, Ahmad Alfarisi, M.Pd., yang turut mendampingi tim, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
“Persiapannya memang singkat, tetapi mereka mampu menampilkan yang terbaik dan memukau kita semua. Terima kasih kepada panitia yang telah memberi ruang bagi anak-anak kami untuk mengabdi melalui seni,” tuturnya.
Sementara itu, panitia acara yang juga Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan, Sumardani, S.E., menyampaikan apresiasinya.
“Smamuga selalu hadir dan berkontribusi. Kami bangga dan berterima kasih. Mudah-mudahan Smamuga tetap menjadi sekolah yang diminati, dirindukan, dan dibanggakan oleh para wali murid,” ungkapnya.
Seni yang Menjaga Identitas Dakwah
Tari Saman tidak sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sarana dakwah yang sarat makna. Tarian asal Aceh ini memadukan keindahan gerak dengan pesan moral dan keagamaan.
Setiap tepukan tangan dan lenggokan tubuh mencerminkan nilai kebersamaan, pendidikan, serta semangat kepahlawanan. Nilai-nilai itu sejalan dengan dakwah kultural Muhammadiyah.
Selain itu, gerakan yang kompak mencerminkan persatuan dan gotong royong sedangkan syairnya berisi pesan moral serta ajaran Islam.
Penampilan Tari Saman Smamuga di tengah forum Gerakan Jihad Ekonomi Muhammadiyah itu menjadi pengingat bahwa dakwah tidak selalu disampaikan melalui podium dan mikrofon.
Terkadang, dakwah hadir lewat lantunan gerak, ritme tepukan, serta dedikasi para pelajar yang menjaga marwah persyarikatan dengan cara paling lembut, namun juga paling menggetarkan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments