Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) Kabupaten Gresik, Ma’rufah, M.Pd., menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan tujuh karakter Wanita Hebat dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan puncak Milad ke-29 IGABA Kabupaten Gresik, Sabtu (24/10/2026).
Acara yang berlangsung di lantai 4 Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik itu mengusung tema “Meneguhkan Peran Guru Aisyiyah dalam Mewujudkan PAUD Berkualitas Menuju Generasi Emas 2045”.
Tema tersebut selaras dengan jargon guru-guru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tergabung dalam IGABA Kabupaten Gresik, yakni “Satukan Tekad, Satukan Hati, Turut Membangun Negeri”.
Dalam sambutannya, Ma’rufah yang akrab disapa Ufah menyapa para undangan dari berbagai instansi dan lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik, serta para guru kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang hadir.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan para undangan, panitia, serta seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan puncak Milad ke-29 IGABA Kabupaten Gresik.
Pada kesempatan tersebut, Ufah mengingatkan kembali tujuh karakter Wanita Hebat yang perlu dimiliki guru-guru PAUD Aisyiyah. Menurutnya, ketujuh karakter itu tidak cukup hanya dihafalkan atau dilagukan, tetapi harus dimengerti, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuh karakter tersebut meliputi:
- Beriman dan bertakwa kepada Allah. Keimanan tertanam kuat dalam hati dan diwujudkan melalui amal saleh yang mengintegrasikan amal, ilmu, dan iman.
- Taat beribadah. Memiliki tauhid yang lurus serta teguh dan konsisten dalam menjalankan ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah, termasuk berdakwah, bekerja, dan belajar.
- Berakhlak karimah. Memiliki budi pekerti yang luhur dan mulia sebagai wujud kesempurnaan iman.
- Berpikir tajdid. Berpikir dinamis, kreatif, dan inovatif serta mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan tuntunan Rasulullah.
- Bersikap wasathiyah atau moderat. Memiliki pola pikir pertengahan, bersikap adil, tidak ekstrem, dan hadir sebagai pembawa solusi atau bagian dari ummatan wasathan.
- Beramaliah salehah. Melakukan perbuatan baik yang membangun dan bermanfaat serta menjauhi keburukan.
- Bersikap inklusif. Terbuka terhadap perubahan, pergaulan sosial, dan perkembangan ilmu pengetahuan, serta bersedia saling menolong dalam kebaikan tanpa membatasi diri.
Ufah menegaskan bahwa tujuh karakter tersebut perlu menjadi pedoman bagi guru Aisyiyah, bukan sekadar materi yang disampaikan dalam kegiatan organisasi. Pengamalannya diharapkan tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik ketika menjalankan tugas sebagai pendidik maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.
Ia mengakhiri sambutannya dengan kembali menekankan pentingnya memahami dan menerapkan tujuh karakter Wanita Hebat Aisyiyah dalam kehidupan nyata.






0 Tanggapan
Empty Comments