Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Milad Lazismu, Kemenag Tekankan LAZ Harus Fokus Entaskan Kemiskinan

Iklan Landscape Smamda
Milad Lazismu, Kemenag Tekankan LAZ Harus Fokus Entaskan Kemiskinan
pwmu.co -

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa keberhasilan lembaga amil zakat (LAZ) tidak diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun, melainkan dari dampak nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada resepsi Milad ke-24 Lazismu, Rabu (29/7/2026). Mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”, menurut Waryono, semangat integrasi menjadi tantangan besar yang harus diwujudkan bersama.

“Milad ke-24 Lazismu temanya menarik yaitu Integrasi Menguatkan Dampak. Ini yang sebenarnya sering disampaikan di berbagai pertemuan. Hampir semua orang membicarakan, tetapi tidak mudah,” ujarnya.

Waryono menjelaskan bahwa sasaran utama badan maupun lembaga amil zakat adalah kelompok fakir dan miskin. Karena itu, seluruh program harus benar-benar mampu meningkatkan taraf hidup para mustahik.

“Inti yang ingin saya sampaikan pada resepsi milad ini, sasaran badan atau lembaga amil zakat itu fakir dan miskin. Sampai hari ini fakir dan miskin sama kondisinya dan bagaimana menaikkan kelas mereka itu tidak mudah,” katanya.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan mustahik membutuhkan ukuran dan instrumen yang tepat. Di sisi lain, besarnya penghimpunan zakat juga dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan para muzaki.

Waryono mengutip hasil penelitian Amelia Fauzia yang menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen muzaki masih menyalurkan zakat maupun donasinya di luar lembaga amil zakat.

Pada kesempatan itu, Waryono mengapresiasi Lazismu yang telah memasuki usia ke-24 tahun. Menurutnya, usia tersebut menunjukkan kematangan organisasi dalam menjalankan amanah pemberdayaan masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai lembaga amil zakat yang berada di bawah organisasi kemasyarakatan keagamaan karena telah membantu tugas pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan pengelolaan zakat.

“Tanpa audit sebetulnya sudah bisa dipantau, betul tidak tata kelolanya. Artinya meringankan tugas negara,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat menaruh harapan besar kepada lembaga amil zakat agar mampu memperluas peran dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.

SMPM 5 Pucang SBY

Waryono mengingatkan agar lembaga amil zakat tidak hanya berbangga dengan tingginya penghimpunan dana apabila kemiskinan di sekitarnya masih belum teratasi.

“Jangan sampai kita bangga dengan pengumpulan yang besar, tapi di sisi kanan dan kirinya masih berkumpul orang miskin. Berarti programnya belum berdampak pada orang miskin.”

Menurutnya, ukuran keberhasilan lembaga amil zakat adalah sejauh mana program yang dijalankan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat penerima manfaat.

Meski secara kelembagaan badan dan lembaga amil zakat bukan merupakan mandat negara secara langsung, Waryono menegaskan bahwa amanah tersebut memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar.

“Mandatorinya lebih tinggi yaitu dari Gusti Allah. Dampaknya lebih bisa dirasakan oleh masyarakat.”

Sebagai upaya memperkuat sinergi, Kementerian Agama akan mengembangkan dashboard bersama yang terintegrasi dengan sistem informasi data kemiskinan.

Melalui sistem tersebut, seluruh badan dan lembaga amil zakat diharapkan dapat memantau perkembangan program secara real time, termasuk perubahan kondisi penerima manfaat.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar evaluasi bersama antara regulator dan kementerian terkait untuk memastikan seluruh program pemberdayaan berjalan searah.

Waryono berharap orkestrasi tersebut dapat memperkuat kolaborasi seluruh lembaga amil zakat dalam mencapai tujuan bersama, yakni mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu