Melihat peningkatan penyebaran penyakit DBD di daerah Cerme, UMG tingkatkan literasi ke masyarakat untuk mengenal dan meminimalisir penyakit DBD.
Lewat program Riset Muhammadiyah Diktilitbang, UMG menggagas program Gerakan GEN-SMART Penguatan Imunitas dan Pencegahan DBD Melalui Inovasi Herbal Tradisional Bersama Organisasi Aisyah Cerme. Kegiatan ini diprakarsai oleh Efta Dhartikasari Priyana selaku Dosen Teknik Industri UMG dan Dwi Novri Supriatiningrum selaku Dosen Ilmu Gizi UMG.
Program tersebut diselenggaran selama 2 hari yakni di tanggal (18/1/2026) di Masjid At taqwa Banjarsari Gresik dan 25 Januari 2026 di Aula SD Al Islam Morowudi Cerme Gresik dengan mitra adalah ibu-ibu Pimpinan cabang Aisyah Cerme yang dimulai dari pukul 08.00 sampai selesai.
Dr.Ernawati selaku Dosen kesehatan UMG yang memaparkan penyebaran penyakit DBD dan seberapa berbahayanya penyakit tersebut.
“Demam Berdarah Dengue atau lebih dikenal DBD adalah penyakit yang sering dianggap musiman, terutama daerah tropis di Indonesia karena peningkatannya dikala musim hujan, tapi tidak memungkinkan ada dikala musim kemarau datang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa DBD tidak hanya muncul di musim hujan saja. Tetapi kalau kita melihat lingkungan kotor atau banyak tempat penampungan air, kasus tersebut bisa terjadi kapan saja.
Pengenalan DBD
DBD bisa menjadi kasus penyakit musiman karena keberadaannya yang meningkat dimusim hujan. Aedes aegypti, nyamuk penyebar penyakit DBD ini sering berkembangbiak dilingkungan yang basah dan kotor. Oleh sebab itu perlu adanya minimalisir air yang menggenang dan tidak mengalir. Melihat peningkatan DBD di wilayah Cerme, maka Tim UMG merasa perlu adanya wacana pemberian literasi untuk mencegah penyakit ini.
Ada beberapa kegiatan yang diberikan guna meminimalisir DBD. Di tanggal 18 Januari 2026 ada kegiatan pengenalan DBD yang diisi oleh Dr.Ernawati. Kemudian dilanjut pembuatan jamu dan kapsul imunomodulator sebagai sarana mengatur dan meningkatkan sistem imun tubuh, supaya lebih kuat melawan infeksi virus yang diisi oleh Efta Dhartikasari Priyana.
“Kapsul ini sebenarnya sama dengan jamu, tapi bentuknya dikemas lebih modern untuk memudahkan dalam mengkonsumsi. Jamu dan kapsul diberikan untuk menambah literasi peserta dalam rangka salah satu langkah booster imun dari dalam sehingga tak mudah terserang penyakit,” jelas Efta selaku Dosen UMG pengisi kegiatan.
Siti Fatimah selaku ketua dari PCA Cerme mengharap bahwa kegiatan ini berlangsung secara baik, bisa diterima dan menambah pengalaman serta ilmu terutama PCA Cerme.
“Ini masih hari pertama, semoga program ini bisa berjalan baik, bisa diterima, menambah literasi peserta sehingga bisa memberikan penanganan keluarga dikala terserang DBD,” jelasnya.
Salah satu peserta bernama Sarah mengaku antusias.
“Program ini adalah program yang diselenggaran untuk mengisi kegiatan rutin di PCA. Peserta antusias, karena pembuatan jamu adalah sesuatu yang familiar untuk ibu-ibu. Dengan ini, ibu-ibu jadi lebih paham apa kandungan yang ada didalamnya,” tuturnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments