Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mugeb PS Gresik Gelar Salat Istisqa, 655 Murid dan Guru Berdoa

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mugeb PS Gresik Gelar Salat Istisqa, 655 Murid dan Guru Berdoa
Akhmad Mujahiddul Authon, S. Pd. I mengajak murid dan guru Mugeb PS untuk introspeksi diri dalam khutbah sholat istisqa' Kamis (22/10/2026). Foto: Septemdira Intan Sari Suprobowati
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Sebanyak 655 murid dan guru pendamping SD Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb Primary School atau Mugeb PS) melaksanakan salat istisqa’ di lapangan timur sekolah, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk memohon hujan kepada Allah SWT di tengah musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Pagi itu, suasana lapangan tampak berbeda. Ratusan murid dan guru berjajar rapi dengan perlengkapan salat. Mereka mengikuti rangkaian ibadah yang meliputi pembukaan, penjelasan tata cara salat istisqa’, pelaksanaan salat, khotbah, dan doa.

Agus Suprayitno, S.Pd., memandu kegiatan sekaligus menjelaskan tujuan pelaksanaan salat istisqa’ kepada para murid.

“Anak-anak, saat ini sudah memasuki bulan Oktober dan kita masih menghadapi musim kemarau. Kekeringan di mana-mana. Maka dari itu, hari ini kita akan melaksanakan salat istisqa’ untuk memohon hujan kepada Allah,” ujarnya.

Setelah seluruh peserta duduk dengan tertib, Agus menyampaikan susunan acara sebelum kegiatan berlanjut pada penjelasan tata cara salat istisqa’ oleh Syaiful Rizal, S.Pd.I.

Rizal menjelaskan bahwa tata cara salat istisqa’ menyerupai salat Idul Fitri, yakni dengan tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua.

“Gerakan salat istisqa’ itu sama seperti salat Idul Fitri. Pada rakaat pertama ada tujuh kali takbir, sementara pada rakaat kedua ada lima kali takbir. Namun, anak-anak hanya perlu mengangkat tangan saat takbiratul ihram atau takbir pertama. Selanjutnya, gerakan salat dilakukan sebagaimana biasanya,” jelasnya.

Memohon Ampunan dan Turunnya Hujan

Setelah penjelasan selesai, salat istisqa’ dimulai dengan Siswanto, S.Pd.I., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, bertindak sebagai imam. Salat berlangsung tertib dengan membaca surah Al-A’la pada rakaat pertama dan surah Asy-Syams pada rakaat kedua.

Usai salat, Akhmad Mujahiddul Authon, S.Pd.I., menyampaikan khotbah. Ia mengawali khotbah dengan mengajak jamaah menyadari kelemahan diri, mengingat dosa, dan memohon ampunan Allah SWT.

“Ya Allah, kami hamba-Mu yang zalim, lemah, yang duduk di sini dengan segala lumuran dosa, berusaha mengetuk pintu langit-Mu agar Engkau bersedia mengampuni dosa-dosa kami,” tuturnya dalam doa.

Authon juga memohon agar Allah melimpahkan rahmat kepada seluruh makhluk di bumi. Ia kemudian mengajak jamaah merenungkan dampak musim kemarau terhadap kehidupan manusia dan lingkungan.

“Musim kemarau ini mengganggu stabilitas kehidupan. Harga pangan melambung, para penjual menjerit, rakyat menunjukkan perasaan tersakiti. Di sisi lain, banyak hewan kehausan. Semua sumber daya, sungai, tersakiti,” ungkapnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Ia kemudian mengingatkan bahwa manusia perlu menjadikan berbagai kesulitan sebagai momentum untuk introspeksi diri. Dalam khotbahnya, Authon merujuk Surah Al-Baqarah ayat 155 yang menjelaskan bahwa Allah menguji manusia dengan ketakutan, kelaparan, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Ayat tersebut juga menyampaikan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar.

“Situasi saat ini mungkin saja terjadi atas ulah kita, yang mudah lalai dan melakukan maksiat kepada Allah tanpa merasa berdosa,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk bermuhasabah dan kembali memahami tujuan penciptaan manusia.

“Oleh karena itu, marilah kita semua bermuhasabah, mengoreksi diri kita, dan mempelajari kembali tujuan penciptaan kita di dunia,” lanjutnya.

Authon juga mengajak jamaah memperbanyak istighfar. Ia mengibaratkan istighfar seperti air yang membersihkan hati dari dosa. Selain itu, ia menekankan pentingnya doa sebagai bentuk penghambaan dan ikhtiar spiritual ketika menghadapi berbagai ujian.

“Jika kita terus meminta kepada Allah, insyaallah akan Allah kabulkan. Karena berdoa merupakan salah satu adab terbaik seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” terangnya.

Untuk menguatkan pesannya, Authon menceritakan kisah tiga pemuda yang terperangkap di dalam gua. Mereka memohon pertolongan Allah dengan menyebut amal saleh yang pernah dilakukan hingga Allah memberikan jalan keluar.

Khotbah diakhiri dengan ajakan untuk terus memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Doa bersama kemudian menutup rangkaian salat istisqa’ pagi itu.

Setelah kegiatan selesai, para murid kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, Mugeb PS tidak hanya mengajak warga sekolah berdoa memohon hujan, tetapi juga menanamkan nilai introspeksi diri, kepedulian terhadap lingkungan, dan keteguhan iman dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.(*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 23/10/2026 14:29
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu