Indonesia yang maju, makmur, berdaulat, dan berperadaban tinggi hanya bisa diwujudkan apabila dikelola dengan landasan riset yang mendalam dan objektif.
Riset menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alam, sehingga arah pembangunan bangsa memiliki pijakan yang kuat.
Pesan inilah yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, dalam Pengajian Umum Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Alih Kelola Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi ke PP Muhammadiyah. Acara tersebut berlangsung di Aula Kampus UNISMA Bekasi, Selasa (16/9/2025).
Menurut Haedar, mustahil bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju tanpa riset. Hanya dengan riset yang objektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan, Indonesia dapat berdiri kokoh sebagai bangsa merdeka yang mampu bersaing di tengah dinamika global.
Dalam kesempatan itu, Haedar juga menekankan pentingnya peran Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA), termasuk UNISMA Bekasi, dalam pengabdian kepada masyarakat.
Pendidikan tinggi, ujarnya, tidak boleh tercerabut dari akar tradisi dan budaya masyarakat, melainkan harus hadir sebagai motor kemajuan dan pemberdayaan.
“Bangsa kita memiliki semangat bhinneka tunggal ika. Meski beragam, kita bisa menyatu. Tetapi kesatuan itu harus terus dijaga melalui pendidikan dan edukasi yang mencerahkan,” kata Haedar seperti dilansir di laman resmi PP Muhammadiyah.
Bagi Muhammadiyah, menjaga persatuan dalam keragaman adalah syarat penting untuk meraih kemajuan. Persatuan dan kemajuan inilah yang diyakini Haedar akan menjadi modal besar Indonesia untuk berjaya di masa depan.
Salah satu langkah strategis Muhammadiyah adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, termasuk alih kelola UNISMA Bekasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia.
Haedar berharap transformasi ini akan memperkuat peran Muhammadiyah sebagai penyangga bangsa sekaligus menghadirkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Selain melalui pendidikan tinggi, Muhammadiyah juga berkomitmen menjaga persatuan dan mendorong kemajuan Indonesia di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, dan berbagai sektor lainnya.
Semua langkah ini berangkat dari semangat kerahmatan Islam yang tidak hanya ditujukan untuk internal umat Islam, tetapi juga untuk seluruh umat manusia.
Sebelumnya, Haedar Nashir juga menegaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial merupakan wujud nyata dari Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Menurutnya, keberadaan Muhammadiyah harus memberi manfaat seluas-luasnya, tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.
Dalam kesempatan lain, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah dan persatuan bangsa sebagai modal utama untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan.
Dia juga mengingatkan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga, karena dari situlah lahir bangsa Indonesia yang kokoh, maju, dan berperadaban. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments