Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) pada 5–7 November 2026. Forum tertinggi dalam pengambilan keputusan tarjih Muhammadiyah ini akan membahas sejumlah persoalan keislaman dan kemasyarakatan, mulai dari fikih lanjut usia, kedaulatan pangan, hingga penguatan akidah dan akhlak Islam.
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syamsul Anwar dalam keterangan pers di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (2/11/2026), menjelaskan, lima materi tersebut dipilih untuk merespons persoalan keagamaan kontemporer yang bersentuhan langsung dengan kehidupan umat dan masyarakat.
“Kami telah menyiapkan lima materi utama dalam forum tersebut. Kelimanya meliputi Fikih Lanjut Usia, Fikih Kedaulatan Pangan, Risalah Akidah Islam, Risalah Akhlak Islam Praktis, dan Fikih Ibadah,” ungkapnya.
Mengusung tema Satu Abad Tarjih: Meneguhkan Akidah, Memperindah Akhlak, Menguatkan Ibadah dan Memberdayakan Umat untuk Peradaban Berkemajuan, Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah akan diisi dengan pembukaan, seminar nasional, sidang komisi, sidang pleno, dan sejumlah kegiatan pendukung.
Salah satu agenda penting berlangsung pada Kamis (5/11/2026), saat Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir dijadwalkan menyampaikan pidato iftitah sekaligus membuka Munas. Agenda pembukaan juga akan diisi dengan penyerahan Mas Mansyur Award serta peluncuran Tafsir At-Tanwir Jilid 3 dan AI Tarjih/ChatHPT.
Pada hari pertama, peserta juga akan mengikuti dua seminar nasional. Seminar pertama mengangkat tema Menuju Kedaulatan Pangan Berbasis Nilai Islam: Ikhtiar Ulama untuk Kemaslahatan Bangsa. Menteri Pertanian RI Dr Ir Andi Amran Sulaiman, M.P. tercantum dalam agenda pembukaan sebagai salah satu tokoh yang diundang.
Seminar kedua membahas Manhaj Tarjih dan Ijtihad Muhammadiyah: Warisan KH Mas Mansyur Sampai Problem Kebangsaan Masa Kini. Tiga narasumber yang dijadwalkan hadir adalah Prof Dr Ahmad Jaenuri, M.A. dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Prof Dr Ustadi Hamsah, M.Ag. dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, serta Prof Dr Phil Ridho Al-Hamdi, M.A. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Lima Isu Strategis Dibahas dalam Sidang Komisi
Memasuki Jumat (6/11/2026), pembahasan Munas akan berfokus pada lima komisi. Masing-masing menggarap persoalan yang berkaitan dengan panduan keagamaan dan kebutuhan umat dalam kehidupan kontemporer.
Komisi A membahas Fikih Lanjut Usia. Komisi B mengkaji Fikih Kedaulatan Pangan. Komisi C membahas Risalah Akidah Islam Muhammadiyah. Komisi D menggarap Risalah Akhlak Islam Praktis. Sementara Komisi E membahas pengembangan Himpunan Putusan Tarjih (HPT), khususnya hukum kunut witir dan bacaan taṡwīb.
Sidang komisi berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB dan dilanjutkan pukul 12.30 hingga 14.30 WIB. Hasil pembahasan kemudian dibawa ke sidang pleno untuk dibacakan dan disahkan.
Sidang Pleno II dijadwalkan berlangsung pada Jumat sore pukul 15.00–17.00 WIB dan dilanjutkan malam hari pukul 19.30–22.00 WIB.
Rangkaian pembahasan tersebut menjadi bagian penting Munas untuk merumuskan pandangan dan keputusan tarjih terhadap berbagai persoalan yang dihadapi umat.
Ziarah ke Makam KH Mas Mansyur
Hari terakhir, Sabtu (7/11/2026), akan diawali dengan kegiatan pendukung bertajuk Muhammadiyah Heritage Walk. Peserta dijadwalkan melakukan ziarah ke makam dan Masjid KH Mas Mansyur.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenang salah satu tokoh penting Muhammadiyah yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan gerakan Islam berkemajuan.
Setelah kegiatan tersebut, peserta kembali mengikuti Sidang Pleno III pada pukul 09.30–11.00 WIB. Agenda dilanjutkan dengan pembacaan dan pengesahan hasil sidang pleno.
Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah kemudian ditutup melalui acara resmi pada pukul 11.00–12.15 WIB. Acara penutupan dijadwalkan diisi sambutan Rektor UMSURA, Ketua PWM Jawa Timur, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, serta Ketua PP Muhammadiyah.
Jadwal Lengkap Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah
Berikut rangkaian agenda Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah selama tiga hari:
Kamis, 5 November 2026
04.00–07.00 WIB: Salat, keperluan pribadi, dan sarapan.
07.00–08.00 WIB: Perjalanan menuju lokasi.
08.00–08.30 WIB: Persiapan pembukaan dan presensi peserta.
08.30–11.15 WIB: Pembukaan Munas, pidato iftitah Ketua Umum PP Muhammadiyah, penyerahan Mas Mansyur Award, serta peluncuran Tafsir At-Tanwir Jilid 3 dan AI Tarjih/ChatHPT.
11.15–12.30 WIB: Istirahat, salat, dan makan siang.
12.30–14.30 WIB: Seminar Nasional I tentang kedaulatan pangan berbasis nilai Islam.
14.30–15.00 WIB: Istirahat dan coffee break.
15.00–17.00 WIB: Seminar Nasional II tentang manhaj tarjih dan ijtihad Muhammadiyah.
17.00–19.30 WIB: Istirahat, salat, dan makan malam.
19.30–22.00 WIB: Sidang Pleno I, taaruf, arahan persidangan, dan penyerahan MTT Award.
22.00–22.30 WIB: Kembali ke hotel.
22.30 WIB: Istirahat malam.
Jumat, 6 November 2026
03.30–07.30 WIB: Salat, keperluan pribadi, dan makan.
07.30–08.30 WIB: Perjalanan menuju lokasi dan persiapan acara.
08.30–11.30 WIB: Sidang Komisi A–E.
11.30–12.30 WIB: Istirahat, salat Jumat, dan makan.
12.30–14.30 WIB: Lanjutan sidang Komisi A–E.
14.30–15.00 WIB: Istirahat, salat, dan coffee break.
15.00–17.00 WIB: Sidang Pleno II, pembacaan dan pengesahan hasil sidang komisi.
17.00–19.30 WIB: Istirahat, salat, dan makan malam.
19.30–22.00 WIB: Lanjutan Sidang Pleno II, pembacaan dan pengesahan hasil sidang komisi.
22.00–22.30 WIB: Kembali ke hotel.
22.30 WIB: Istirahat malam.
Sabtu, 7 November 2026
03.30–06.00 WIB: Salat, keperluan pribadi, dan makan.
06.00–09.00 WIB: Muhammadiyah Heritage Walk, ziarah ke makam dan Masjid KH Mas Mansyur.
09.00–09.30 WIB: Kembali ke lokasi dan persiapan acara.
09.30–11.00 WIB: Sidang Pleno III, pembacaan dan pengesahan hasil sidang pleno.
11.00–12.15 WIB: Acara penutupan dan foto bersama.
12.15–14.00 WIB: Salat dan makan siang.
14.00–20.00 WIB: Perjalanan pulang.
Melalui rangkaian agenda tersebut, Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah diharapkan menghasilkan rumusan dan panduan keagamaan yang menjawab kebutuhan umat sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam membangun peradaban berkemajuan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments