
PWMU.CO — Nama Dr Nadhirotul Laily SPsi MPsi PhD Psikolog, bukan hanya dikenal sebagai akademisi, tetapi juga sebagai pemimpin visioner yang membawa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) semakin maju. Di bawah kepemimpinannya, UMG terus berkembang menjadi kampus unggul dengan berbagai inovasi akademik serta penguatan nilai-nilai Islam berkemajuan, hingga meraih akreditasi “Baik Sekali.”
Sejak mengemban amanah sebagai Rektor UMG, Nadhirotul Laily menggantikan rektor sebelumnya yang meninggal dunia. Dalam momen pelantikannya yang penuh haru, ia mengenang perjalanan tersebut sebagai proses yang berbalut duka. Hal ini ia sampaikan dalam acara Pelantikan Rektor UMG 2025-2029, Prof. Khoirul Anwar MPd, yang digelar pada Rabu (26/3/2025) di Hall Sang Pencerah UMG.
UMG saat ini memiliki dua lokasi kampus dan tengah bersiap memperluas area dengan pembelian tanah seluas 35 hektare di Duduk Sampeyan. Nadhirotul Laily berpesan agar rektor selanjutnya dapat merealisasikan pembangunan Gedung Faqih Usman setinggi sembilan lantai yang telah direncanakannya.
Dalam candaannya, ia menyebut bahwa UMG telah melampaui kampus-kampus Muhammadiyah lainnya di Jawa Timur, seperti UM Surabaya dan UM Sidoarjo, dalam hal pengumpulan dana infaq, zakat, dan shodaqoh. KLL Lazismu UMG berhasil menghimpun dana sebesar Rp400 juta dari civitas akademika, menjadikan UMG kampus Muhammadiyah yang paling banyak berderma di Jawa Timur.
Kepemimpinannya yang tegas, berorientasi pada kualitas, dan penuh dedikasi telah mendorong berbagai program peningkatan mutu pendidikan, penguatan penelitian, serta pengembangan mahasiswa demi mencetak generasi unggul dan berdaya saing.Di bawah kepemimpinannya, UMG semakin dikenal sebagai kampus yang aktif dalam pengabdian masyarakat. Berbagai kolaborasi dengan industri, dunia usaha, dan komunitas sosial semakin memperkuat peran UMG dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman.
“Pendidikan bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter, membangun peradaban, dan menjadi jalan dakwah. Kampus Muhammadiyah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,” ujar Nadhirotul Laily dalam suatu kesempatan.
Tak hanya itu, ia juga mengokohkan identitas UMG sebagai kampus Islami yang tetap adaptif terhadap perubahan zaman. Digitalisasi sistem akademik, peningkatan kualitas tenaga pengajar, serta berbagai program inovatif menjadi bagian dari strategi besar yang ia jalankan.
Dedikasi dan kiprah Nadhirotul Laily sebagai Rektor UMG tentu menjadi inspirasi bagi banyak akademisi dan generasi muda. Selamat dan terima kasih atas pengabdiannya dalam memajukan dunia pendidikan!Di akhir sambutannya, ia menyampaikan pesan yang penuh makna: “Saya boleh pensiun dari rektor, saya boleh pensiun dari dosen, tetapi jangan pensiunkan saya dari dakwah Muhammadiyah.
”Terima kasih atas dedikasinya sebagai Rektor dan Ibu bagi UMG. (*)
Penulis Azrohal Hasan Editor Wildan Nanda Rahmatullah





0 Tanggapan
Empty Comments