Search
Menu
Mode Gelap

Nafkah Berkah, Kerja pun Bernilai Ibadah

Nafkah Berkah, Kerja pun Bernilai Ibadah
Ustaz Ustaz Mujahid Sidiq (kiri) menyampaikan tausiyah dalam pengajian di Masjid Muchsin Ali, Lantai 2 Gedung Mas Mansyur RSI Siti Aisyah Madiun. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Nafkah sejatinya bukan sekadar soal angka yang diterima setiap bulan, melainkan tentang ketenangan batin, keberkahan, dan sejauh mana harta tersebut memberi kemanfaatan bagi diri, keluarga, serta lingkungan sekitar.

Rezeki yang berkah bukan hanya cukup, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan mendekatkan pemiliknya kepada Allah SWT.

Pesan mendalam inilah yang disampaikan Ustaz Mujahid Sidiq, S.Pd.I dalam pengajian bertajuk “Agar Nafkah Menjadi Berkah dan Bertambah” yang digelar di Masjid Muchsin Ali, Lantai 2 Gedung Mas Mansyur RSI Siti Aisyah Madiun, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh karyawan rumah sakit sebagai bagian dari penguatan spiritual di tengah rutinitas kerja yang padat.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Mujahid menekankan bahwa keberkahan rezeki tidak datang secara kebetulan, melainkan melalui ikhtiar yang dibingkai dengan kesadaran tauhid dan kedekatan kepada Allah SWT.

“Ada empat kiat utama agar nafkah yang diperoleh tidak hanya halal, tetapi juga membawa keberkahan dan pertambahan kebaikan,” ujar Ustaz Mujahid.

Pertama, sebut dia, mengawali pekerjaan dengan tasmiyah (basmalah). Ustaz Mujahid mengibaratkan kalimat Bismillahirrahmanirrahim sebagai “charger” atau pengisi daya spiritual.

“Dengan menyebut nama Allah sebelum bekerja, seseorang menautkan seluruh aktivitasnya kepada sumber kekuatan sejati. Basmalah menjadikan pekerjaan bernilai ibadah, menghadirkan ketenangan hati, sekaligus menjadi benteng perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Kedua, membuka hari dengan shalat Dhuha empat rakaat. Ustaz Mujahid mengajak para karyawan untuk membiasakan shalat Dhuha secara konsisten, minimal empat rakaat.
Menurutnya, salat duha adalah bentuk penyerahan diri dan kepercayaan penuh kepada Allah dalam urusan rezeki.

“Amalan ini menjadi wasilah bagi Allah SWT untuk mencukupkan kebutuhan, melapangkan urusan, serta memudahkan setiap langkah sepanjang hari kerja,” papar dia.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ketiga, bersedekah di awal kerja. Kiat berikutnya adalah membiasakan sedekah harta (maliyah) sesuai kemampuan masing-masing sebelum memulai aktivitas.

Mengacu pada firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 276, Ustaz Mujahid mengingatkan bahwa Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.

“Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru menjadi magnet keberkahan yang melipatgandakan kebaikan, meski terkadang tidak selalu tampak secara kasat mata,” papar Ustaz Mujahid.

Keempat, menyelingi pekerjaan dengan istighfar. Di sela-sela kesibukan, khususnya dalam melayani pasien, Ustaz Mujahid mengajak karyawan untuk memperbanyak istighfar.

Mengutip QS. Nuh ayat 10–12, Ustaz Mujahid menjelaskan bahwa istighfar merupakan kunci pembuka pintu langit, yang dengannya Allah menurunkan hujan rahmat, melapangkan rezeki, menganugerahkan harta, bahkan keturunan. Istighfar juga menjadi sarana membersihkan hati dari keluh kesah dan kelelahan batin.

Pengajian ini diharapkan makin menguatkan mental dan spiritual karyawan RSI Siti Aisyah Madiun.

Bekerja di bidang pelayanan kesehatan tidak hanya dituntut profesionalisme dan keahlian medis, tetapi juga ketulusan niat serta landasan nilai-nilai ketauhidan.

Pun setiap langkah pengabdian tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan ladang ibadah yang menghadirkan keberkahan bagi diri sendiri, institusi, dan masyarakat luas. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments