Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Nasehat Jelang Liburan: Pesantren dan Orang Tua Harus Bersinergi Jaga Kebiasaan Santri

Iklan Landscape Smamda
Nasehat Jelang Liburan: Pesantren dan Orang Tua Harus Bersinergi Jaga Kebiasaan Santri
Ustadz Imam Mahfudzi, S.Ag., M.Fil. saat menyampaikan nasehat. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Menjelang perpulangan liburan semester gasal, Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo menggelar kegiatan nasehat dan pembinaan santri yang berlangsung khidmat di Masjid Rahmat, Sabtu (21/12/2025). Kegiatan ini menjadi momen penting sebelum para santri kembali ke rumah masing-masing untuk menjalani masa liburan.

Nasehat disampaikan langsung oleh Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo sekaligus anggota Badan Pembina Pesantren (BPP) Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo, Ustadz Imam Mahfudzi, S.Ag., M.Fil. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesinambungan pendidikan dan pembiasaan positif yang telah dibangun di pesantren.

Menurut Ustadz Imam Mahfudzi, liburan bukanlah jeda dari proses pendidikan, melainkan bagian dari pendidikan itu sendiri. Santri tetap membutuhkan pendampingan agar kebiasaan baik yang sudah tertanam selama di pesantren tidak hilang begitu saja ketika berada di rumah.

“Anak-anak kita sudah dibiasakan bangun pagi, shalat berjamaah, mengaji, menjaga adab, dan disiplin waktu di pesantren. Maka saat liburan, orang tua perlu menyinkronkan jadwal pesantren dengan kegiatan di rumah, agar kebiasaan baik itu tetap terjaga,” tuturnyadi hadapan ratusan santri.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan pesantren tidak hanya ditentukan oleh sistem dan pembina di dalam asrama, tetapi juga sangat bergantung pada dukungan keluarga. Sinergi antara pesantren dan orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk karakter santri yang kuat dan konsisten.

“Pesantren dan orang tua itu seperti dua sisi mata uang. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Jika di pesantren dibiasakan disiplin, di rumah juga perlu dilanjutkan. Jangan sampai anak-anak bingung karena perbedaan pola yang terlalu jauh,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ustadz Imam Mahfudzi mengingatkan agar orang tua tidak sepenuhnya membiarkan anak selama liburan tanpa arah. Liburan seharusnya tetap bernilai ibadah, edukatif, dan membangun karakter. Ia mengajak orang tua untuk tetap mengajak anak shalat berjamaah, membaca Al-Quran, serta menjaga adab dalam pergaulan sehari-hari.

“Kita ingin santri pulang liburan bukan sekadar melepas rindu, tapi juga membawa identitas sebagai santri. Di mana pun berada, dia tetap menjaga akhlak, lisan, dan perilakunya,” ujarnya.

Suasana Masjid Rahmat pagi itu terasa penuh kehangatan dan haru. Para santri menyimak dengan serius setiap pesan yang disampaikan. Bagi mereka, nasehat ini menjadi bekal berharga sebelum kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Nasehat Jelang Liburan: Pesantren dan Orang Tua Harus Bersinergi Jaga Kebiasaan Santri. Foto: Istimewa/PWMU.CO

Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo dalam menjaga kualitas pembinaan santri, tidak hanya selama berada di lingkungan pesantren, tetapi juga ketika santri berada di luar asrama.

Dengan adanya nasehat ini, diharapkan orang tua dan pesantren dapat terus menjalin komunikasi yang baik selama masa liburan. Sehingga ketika santri kembali ke pesantren, mereka tetap membawa kebiasaan baik, semangat belajar, dan karakter islami yang telah dibentuk bersama.

Liburan semester gasal pun diharapkan bukan menjadi masa “istirahat total” dari nilai-nilai pesantren, melainkan waktu untuk menguatkan peran keluarga sebagai mitra utama dalam pendidikan santri.

Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo optimistis, dengan sinergi yang kuat, santri akan tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan siap berdakwah di mana pun berada.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu