Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Nasionalisme dan Ungkapan Hubbul Wathan minal Iman

Iklan Landscape Smamda
Nasionalisme dan Ungkapan Hubbul Wathan minal Iman
pwmu.co -
Muhammadiyah Wahabi? Kolom ditulis oleh Syafiq A. Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah; Guru Besar UINSA Surabaya.
Prof Syafiq A. Mughni: Nasionalisme dan Asal-usul Ungkapan Hubbul Wathan minal Iman (Sketsa ulang foto oleh Atho’ Khoironi/PWMU.CO)

Misionaris Butrus Bustani

Nasionalisme modern masuk ke Timur Tengah pada abad XIX ketika wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Khilafah Turki Usmani. Pada saat itu muncul para nasionalis yang ingin menjadikan Arabisme sebagai kekuatan yang menyatukan bangsa Arab dan melepaskannya dari kekuasaan Turki Usmani. 

Banyak tokoh nasionalis yang lahir, seperti Butrus Bustani (1819-1883) dan Nashif Yaziji (1800-1871). Butrus Bustani adalah seorang misionaris Protestan dan nasionalis Arab yang berpengaruh di Lebanon dan Syria. Ia dikenal lewat majalah yang ia terbitkan. Namanya Nafir Suriya pada 1860an. 

Butrus Bustani mempromosikan semboyan Hubbul Wathan minal Iman untuk membangkitkan nasionalisme Arab. Bersama Nashif Yaziji, Butrus Bustani berusaha menggelorakan nasionalisme melalui gerakan penulisan dan pendidikan. 

Kegiatannya dalam dunia misionaris pun akhirnya ditinggalkan karena sibuk membangkitkan semangat nasionalisme Arab. Ia ingin mengembalikan kejayaan Arab masa lampau. Kegigihannya untuk membangkitkan kembali kejayaan Bahasa Arab juga diwujudkan dalam bentuk kerja sama dengan sahabatnya Nashif Yaziji untuk menerjemahan Bibel ke dalam Bahasa Arab. 

Nashif Yaziji adalah seorang pemikir dan penulis Katholik, yang bersama Butrus Bustani menjadi tokoh utama dalam Gerakan Nahdlah (kebangkitan). 

Semboyan “cinta tanah air” itu tidak hanya diartikan secara fisik, tempat tinggal. Tanah tempat tinggal yang dicintai mengandung nilai-nilai yang dicintai pula. 

Bagi Butrus Bustani dan Nashif Yaziji, nilai-nilai itu bukan agama. Nilai-nilai itu adalah kebangsaan Arab dan kebudayaannya, termasuk bahasa. Orang-orang Arab harus memiliki kebanggaan sebagai Arab, dan bertanggung jawab untuk melepaskan diri dari kekuasaan bangsa lain. Apapun agamanya orang Arab harus memiliki kebangaan yang sama, yakni nasionalisme Arab.

Baca sambungan di halaman 3: Hubbul Wathan minal Iman Bukan Hadits

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu