Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Nasyiah Perkenalkan Biopori kepada Kader Binaan TP PKK Kecamatan Siliragung

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Nasyiatul Aisyiyah melalui Green Nasyiah mengenalkan teknologi sederhana namun berdampak besar: lubang resapan biopori. (Istimewa/PWMU.CO)
Nasyiatul Aisyiyah melalui Green Nasyiah mengenalkan teknologi sederhana namun berdampak besar: lubang resapan biopori. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Bertempat di Rumah DILAN (Pendidikan dan Keterampilan) milik TP PKK Desa Siliragung, Nasyiatul Aisyiyah Siliragung melalui Green Nasyiah mengenalkan teknologi sederhana namun berdampak besar: lubang resapan biopori. Kegiatan ini diikuti oleh paraKader Binaan TP PKK Kecamatan Siliragung sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan keluarga dan menjaga kelestarian lingkungan, (28/05/2025).

Ketua TP PKK Kecamatan Siliragung, Rina Yuli Astuti membuka pertemuan dengan sambutan inspiratif. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri bagi keluarga.

“Ibu-ibu adalah garda terdepan dalam menjaga dapur tetap hidup dan sehat. Dengan memanfaatkan lahan, kita bisa menciptakan ketahanan pangan dari rumah sendiri,” ucapnya.

Tak hanya itu, Rina juga menyampaikan gagasan baru yang mendapat sambutan hangat: ke depan akan dibentuk Pojok Literasi sebagai ruang berbagi ilmu, keterampilan, dan informasi bermanfaat bagi kader dan masyarakat sekitar.

“Pojok Literasi ini akan menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi keluarga. Kita belajar bersama, dari hal sederhana,” lanjutnya.

Metode Pengolahan Sampah Dapur Resapan Biopori

Dalam sesi utama, Zahrotul Janah dari Nasyiatul Aisyiyah memperkenalkan metode pengolahan sampah dapur menggunakan lubang resapan biopori. Ia menunjukkan secara langsung cara membuat biopori di halaman Rumah DILAN dan menjelaskan bagaimana alat ini bekerja menguraikan sampah organik sekaligus menyimpan air ke dalam tanah.

Zahro kemudian mengajak peserta untuk merenung dengan sebuah pertanyaan, “Ibu-ibu, menurut panjenengan, di masa depan, apa yang akan menjadi kebutuhan paling mahal?” Setelah beberapa jawaban muncul, ia menjawab sendiri dengan lugas: “Air bersih. Kita belum merasakan kelangkaannya hari ini. Tapi jika tidak kita antisipasi, hal itu bisa terjadi. Maka, membuat lubang resapan biopori adalah salah satu ikhtiar kita menjaga air tanah tetap tersedia.”

Iklan Landscape UM SURABAYA

Para kader tampak antusias mengikuti praktik biopori dan menyatakan komitmennya untuk menerapkan metode ini di rumah masing-masing.

“Kami jadi tahu bahwa sampah dapur bisa jadi berkah untuk tanaman, dan biopori juga bantu mencegah banjir,” ungkap salah satu kader.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Nasyiatul Aisyiyah dan TP PKK mampu menggerakkan perubahan dari level rumah tangga, melalui edukasi, aksi sederhana, dan kepedulian lingkungan. Semangat inilah yang menjadi bagian dari gerakan Merdeka Sampah—mendorong perempuan sebagai agen perubahan menuju keluarga muda yang tangguh, cerdas lingkungan, dan berdaya.

Dengan dukungan kader-kader perempuan yang tangguh, Siliragung terus melangkah maju sebagai kawasan percontohan dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan ketahanan pangan berbasis komunitas. (*)

Penulis Elok Dwi Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu