Ratusan siswa kelas X SMK Muhammadiyah 1 Surabaya melaksanakan kegiatan observasi industri strategis di PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Malang, pada Selasa (3/2/2026).
Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan gambaran nyata serta impresi mendalam kepada para siswa baru mengenai dinamika kerja profesional di perusahaan berskala nasional.
Rombongan siswa yang didampingi oleh jajaran dewan guru disambut hangat oleh manajemen PTPN. Dalam rangkaian agenda tersebut, para siswa diajak berkeliling mengeksplorasi hamparan kebun teh yang luas hingga meninjau langsung setiap tahapan di pabrik proses produksi teh.
Fokus utama observasi ini adalah mengenalkan budaya kerja industri yang ketat serta pemanfaatan teknologi terbaru di sektor perkebunan. Langkah proaktif ini diambil sekolah agar siswa tidak hanya terpaku pada teori di buku teks, tetapi juga memiliki wawasan praktis yang komprehensif.
Kepala SMK Mudisa, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program wajib bagi kelas X untuk mengenal ekosistem industri sejak dini.
“Observasi industri ini merupakan langkah krusial bagi siswa kelas X untuk membangun mentalitas profesional sejak awal. Kami berharap, dengan melihat langsung operasional di PTPN Industri, siswa dapat memahami bahwa disiplin, keselamatan kerja, dan integritas adalah kunci utama di dunia kerja,” tegasnya di sela-sela peninjauan lapangan.
Pihak PTPN Industri Malang memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan edukatif ini dan berharap sinergi kerja sama pendidikan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
Melalui interaksi dialogis langsung dengan para teknisi dan operator di lapangan, siswa SMK Mudisa diharapkan mampu menyerap etos kerja profesional dan standar kualitas industri.
Kegiatan yang berlangsung produktif sepanjang hari ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta dokumentasi resmi antara pihak sekolah dan manajemen perusahaan. Melalui observasi ini, SMK Mudisa membuktikan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap secara mental menghadapi tantangan industri global yang kompetitif.






0 Tanggapan
Empty Comments