Pendidikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk ruang kelas, buku teks, dan deretan angka penilaian. Di tangan pendidik dan peserta didik yang kreatif, proses belajar dapat menjelma menjadi karya sekaligus pengalaman bermakna. Semangat inilah yang dihadirkan SMP Muhammadiyah 8 Batu melalui pameran integrasi pembelajaran bertajuk “Lentera TuM8buh: Menyalakan Nilai, Merayakan Budaya, Menumbuhkan Peradaban”.
Pameran yang berlangsung selama empat hari, Selasa hingga Jumat (27–30 Oktober 2026), di Galeri Raos, Kota Batu, tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu, H. Tsalis Rifai, S.T., M.M.
Selama penyelenggaraan, pameran ini dikunjungi tidak kurang dari 2.000 orang. Pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari peserta didik dan wali murid, pelajar SD, SMP, dan SMA, hingga masyarakat umum. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya apresiasi terhadap kreativitas dan karya peserta didik.
Dalam sambutannya, Tsalis Rifai mengapresiasi karya-karya yang ditampilkan. Menurutnya, pameran tersebut memperlihatkan kemampuan peserta didik dalam menuangkan ide dan gagasan, khususnya tentang akhlak, kepedulian terhadap lingkungan, serta berbagai nilai kehidupan.
“Ketika kita melihat apa yang digoreskan anak-anak ini, sesungguhnya ada pesan tentang akhlak, tentang lingkungan, dan berbagai nilai kehidupan lainnya. Kita diingatkan untuk senantiasa berbuat baik terhadap lingkungan, memiliki akhlak yang baik dan mulia. Ini merupakan potensi anak-anak yang luar biasa dan patut kita apresiasi,” ungkap Tsalis.
Ia berharap pameran semacam ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan durasi lebih panjang sehingga semakin banyak masyarakat berkesempatan menyaksikan karya peserta didik dan memperoleh inspirasi darinya.
Kegiatan Lentera TuM8buh mengusung dua fokus utama integrasi pembelajaran. Peserta didik kelas VII mengeksplorasi nilai-nilai perilaku manusia beserta konsekuensinya dalam kehidupan sehari-hari.
Kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama diterjemahkan ke dalam berbagai gagasan dan karya. Melalui proses tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa kebaikan tidak cukup hanya diketahui atau diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Sementara itu, peserta didik kelas VIII mengangkat kekayaan budaya Nusantara melalui pengenalan dan eksplorasi berbagai unsur budaya yang mencerminkan identitas serta kearifan lokal. Karya-karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi yang tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.
Pengalaman Belajar Bermakna
Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu, Windra Rizkiyana, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Pameran tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan hasil pembelajaran, tetapi juga wadah apresiasi terhadap proses, kreativitas, kolaborasi, dan perkembangan karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan tidak seharusnya berhenti pada pencapaian akademik. Pendidikan juga harus menumbuhkan manusia yang beriman dalam tindakan, berakar pada budaya, kreatif dalam berkarya, serta peka terhadap kehidupan bersama.
“Setiap karya memiliki cerita, setiap proses memiliki makna, dan setiap anak memiliki cahaya untuk menerangi masa depan. Melalui Lentera TuM8buh, kita ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang apa yang diketahui peserta didik, tetapi juga tentang nilai yang dihidupi, budaya yang dihargai, dan manfaat yang dapat diberikan kepada sesama,” ungkap Windra.
Melalui pameran ini, SMP Muhammadiyah 8 Batu berupaya membangun ekosistem pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Peserta didik memperoleh kesempatan mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan, mengapresiasi keberagaman, serta belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan budayanya.
Lentera TuM8buh bukan sekadar tentang karya yang dipajang, melainkan tentang cahaya pengetahuan, nilai, dan budaya yang terus dinyalakan. Sebab, pendidikan sejatinya bukan hanya mempersiapkan generasi menghadapi masa depan, tetapi juga menumbuhkan manusia yang mampu memberi makna bagi peradaban. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments