Dalam upaya mempererat ukhuwah dan memperkuat sinergi antar pimpinan cabang Muhammadiyah di bidang kesehatan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lamongan menerima kunjungan silaturahim dari PCM Modo.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 14 Oktober 2025, bertempat di Aula Klinik Muhammadiyah Lamongan.
Acara berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan, dihadiri oleh unsur pimpinan dari PCM Lamongan, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PCM Lamongan, Klinik Muhammadiyah Lamongan, PCM Modo, MPKU PCM Modo, serta Klinik Muhammadiyah Modo, dengan total 16 peserta. Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris MPKU PCM Lamongan, Afan Alfian.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Lamongan, KH. Syaifudin Zuhri, menegaskan pentingnya menjaga silaturahim sebagai bagian dari ajaran Islam dan kekuatan organisasi.
“Silaturahim itu perintah Allah, maka barang siapa yang bersilaturahim, maka akan mendapatkan barokahnya,” ujarnya.
“Kami sudah mendapat informasi dari teman-teman MPKU terkait maksud dan tujuan silaturahim ini, namun ingin mendengar langsung dari PCM Modo apa yang diinginkan,” lanjutnya yang disambut tawa hangat para hadirin.
Sementara itu, Ketua PCM Modo, Drs. Ali Shodiqin, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan sekaligus belajar dari pengalaman PCM Lamongan dan MPKU-nya dalam pengelolaan lembaga kesehatan.
“PCM Modo sedang berproses untuk mendirikan kembali Klinik Muhammadiyah yang dulu pernah jaya sebelum masa pandemi Covid-19,” jelasnya.
Dia juga menuturkan bahwa Klinik Muhammadiyah Modo kini hadir dengan wajah baru dan lokasi strategis di tepi jalan utama Desa Yungyang, Kecamatan Modo, Lamongan.
“Dari semua upaya yang kami lakukan, kami perlu mempelajari langkah-langkah teknis dari yang telah berpengalaman, dan berharap mendapatkan dukungan dalam proses ini,” imbuhnya.
Afan Alfian, Sekretaris MPKU PCM Lamongan, turut memaparkan hasil koordinasi sebelumnya antara MPKU Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, PCM Modo, serta masing-masing MPKU dan klinik yang berada di bawahnya.
“Aktivitas Klinik Muhammadiyah Modo saat ini sudah memiliki izin operasional dan sedang bersiap untuk proses akreditasi. Karena itu, dibutuhkan beberapa dukungan teknis dan pengalaman dari Klinik Muhammadiyah lain yang telah melalui tahapan tersebut,” ungkapnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua MPKU PCM Modo, Sukowo, yang menyoroti kebutuhan mendesak menjelang proses akreditasi.
“Kebutuhan riil kami menjelang akreditasi yang akan dilaksanakan akhir bulan ini adalah pemenuhan sarana-prasarana dan biaya operasional,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, dr. Fitri, Penanggung Jawab Klinik Muhammadiyah Lamongan, memberikan tanggapan positif sekaligus menawarkan dukungan konkret. Setelah melakukan konfirmasi mengenai kondisi sumber daya manusia dan sarana Klinik Muhammadiyah Modo, beliau menyampaikan:
“InsyaAllah, dengan izin PCM dan MPKU Lamongan, Klinik Muhammadiyah Lamongan akan menghibahkan alat kesehatan sebagai penunjang sarpras. Kami juga akan memberikan bantuan dana pinjaman operasional yang terukur dan terencana untuk mendukung hingga lolos akreditasi. Jika memungkinkan, kami juga siap memfasilitasi kerja sama dengan BPJS,” tuturnya yang disambut tepuk tangan para peserta.
Kegiatan silaturahim ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antar PCM dan MPKU, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat ta’awun (saling tolong-menolong) dalam gerakan pelayanan kesehatan Muhammadiyah.
Dengan dukungan dan kolaborasi yang erat, diharapkan Klinik Muhammadiyah Modo dapat segera bangkit dan kembali memberikan layanan kesehatan yang profesional, islami, dan berdaya guna bagi masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments