Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pare Kabupaten Kediri menggelar kajian konsolidasi sebagai upaya memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah.
Kajian konsolidasi tersebut sekaligus mempererat sinergi antara Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), dan organisasi otonom (Ortom).
Kegiatan berlangsung di Masjid Mustaqim, Tulungrejo, Kecamatan Pare, Minggu (20/9/2026).
Kajian tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas unsur AUM bidang pendidikan Muhammadiyah se-Kecamatan Pare, PRM se-Kecamatan Pare, serta Ortom tingkat PCM Pare.
Silaturrahmi Muhammadiyah Tingkat Cabang
Kegiatan menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi bagi berbagai unsur Muhammadiyah di tingkat cabang.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Zhada Syarif Attaqillah, siswa MI Muhammadiyah 1 Pare. Selanjutnya, peserta mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Prof Dr Nurbani Yusuf MSi dari Batu, Malang.
Mengangkat tema “Konsolidasi Ideologi Muhammadiyah, Perbandingan Harakah Islam Transnasional”, kajian membahas pentingnya penguatan pemahaman terhadap ideologi Muhammadiyah di tengah perkembangan berbagai gerakan Islam.
Peserta diajak memahami karakter gerakan Muhammadiyah serta pentingnya menjaga konsistensi dalam menjalankan nilai dan misi persyarikatan.
Sekretaris Majelis Tabligh PCM Pare, Waliudin, mengatakan bahwa kajian konsolidasi tersebut tidak hanya menjadi forum penguatan pemahaman ideologi.
Tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antarelemen Muhammadiyah di Kecamatan Pare.
“Alhamdulillah, dengan diadakannya kajian konsolidasi di tingkat PCM Pare yang melibatkan AUM, Ortom, takmir masjid, PRM, dan PRA, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, menyelaraskan persepsi, menampung aspirasi, sekaligus penguatan ideologi” terang Waliudin.
“Harapannya, kita dapat terus bermuhammadiyah dengan penuh semangat dan mengharap rida Allah Ta’ala” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCM Pare, Muhammad Rifa’i, menekankan pentingnya sinergi antara para pegawai AUM dengan program dan gerakan Muhammadiyah di tingkat cabang.
“Harapan kami, seluruh pegawai yang berada di bawah AUM Muhammadiyah dapat terus bersinergi dengan kegiatan PCM Pare. Jadi, bukan hanya mencari rezeki di AUM, tetapi juga menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, PCM Pare berharap konsolidasi tidak berhenti pada forum kajian. Tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja sama nyata antara AUM, PRM, Ortom, dan unsur Muhammadiyah lainnya.
Dengan komunikasi dan pemahaman yang selaras, gerakan Muhammadiyah di Kecamatan Pare diharapkan semakin solid dalam menjalankan dakwah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments