Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan menggelar Rapat Koordinasi bersama Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Ketua Takmir Masjid se-Kecamatan Tulangan di Villa Griya Umsida, Trawas, Mojokerto, Sabtu-Ahad,(3-4/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi pelaksanaan dakwah, khususnya layanan khotbah Jumat, sekaligus menyusun Jadwal Khotib Jumat dan Jadwal Kultum Sholat Tarawih untuk tahun 2027.
Rapat koordinasi mengusung semangat memperkuat sinergi antara Majelis Tabligh PCM Tulangan, PRM, para Takmir Masjid, serta para kader dan Mubaligh Muhammadiyah.
Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Wakil Ketua PCM Tulangan, Muhammad Basir, dalam sambutannya, Muhammad Basir mengajak seluruh peserta mengawali kegiatan dengan membaca Basmallah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keberkahan dan kelancaran selama rapat berlangsung.
Muhammad Basir kemudian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Ketua PRM dan Ketua Takmir Masjid yang telah hadir dan meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan koordinasi tersebut.
Ia berharap suasana Trawas yang sejuk dan tempat yang representatif dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk menyelesaikan agenda penyusunan jadwal, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat komunikasi, silaturahmi, dan koordinasi antarpimpinan ranting serta pengelola masjidMari kita gunakan waktu dan tempat di sini sebaik-baiknya, terang Muhammad Basir.
Salah satu pembahasan penting dalam rapat adalah evaluasi terhadap pelaksanaan tugas para Khotib Jumat di masjid-masjid Muhammadiyah se-Kecamatan Tulangan.
Muhammad Basir meminta jajaran Ketua PRM, Takmir Masjid, dan pimpinan ranting untuk melakukan evaluasi secara objektif dan seksama terhadap berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam pelaksanaan khotbah Jumat.
Evaluasi tersebut antara lain menyangkut khotib yang tidak hadir sesuai jadwal, datang terlambat, materi khutbah yang terlalu panjang, maupun berbagai persoalan teknis lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan dan kekhidmatan pelaksanaan Sholat Jumat.
Menurutnya, evaluasi bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan atau menyudutkan individu tertentu, melainkan sebagai upaya memperbaiki kualitas pelayanan dakwah kepada jamaah.
Kita perlu mengevaluasi dengan seksama Khotib yang bermasalah, baik yang tidak hadir, kepanjangan dalam menyampaikan khutbah, maupun yang terlambat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan data dan pemetaan yang lebih baik sehingga penyusunan jadwal Khotib Jumat tahun 2027 dapat dilakukan secara lebih tertib, proporsional, terkoordinasi dan bertanggung jawab.
Beri Ruang bagi Kader Muda
Selain melakukan evaluasi, Muhammad Basir juga menekankan pentingnya regenerasi kader dakwah Muhammadiyah.
Menurutnya, penyusunan jadwal Khotib Jumat maupun kultum Ramadan hendaknya tidak hanya mengandalkan mubaligh yang selama ini sudah aktif, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kader-kader muda.
Ia secara khusus meminta agar kader muda yang baru menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren maupun perguruan tinggi, termasuk mereka yang kini bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai diberikan ruang dan kepercayaan untuk terlibat dalam kegiatan dakwah.
Jangan lupa masukkan kader-kader muda yang baru lulus dari pondok atau kuliah, yang bekerja di AUM. Beri prioritas kepada mereka,” ucap Wakil Ketua PCM Tulangan
Menurutnya, keberadaan kader muda sangat penting untuk menjaga kesinambungan dakwah Muhammadiyah di masa mendatang. Keterlibatan mereka dalam khutbah, kultum, kajian, dan berbagai aktivitas dakwah juga menjadi bagian dari proses kaderisasi mubaligh di lingkungan PCM Tulangan.
Penyusunan jadwal sejak jauh hari diharapkan dapat memberikan kepastian kepada para mubaligh sekaligus memudahkan Takmir Masjid dalam mengatur rangkaian kegiatan Ramadan.
Dengan demikian, pelaksanaan dakwah Ramadan tidak hanya berjalan secara rutin, tetapi juga memiliki perencanaan, pembagian tugas, dan kaderisasi yang jelas.
Koordinasi yang baik dinilai menjadi kunci agar program dakwah di setiap ranting dan masjid dapat berjalan selaras dengan visi dakwah Muhammadiyah. Melalui forum tersebut, berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan secara terbuka untuk kemudian dicari solusi bersama.
Rapat koordinasi diharapkan menghasilkan jadwal Khotib Jumat tahun 2027 dan jadwal Kultum Sholat Tarawih Ramadan 2027 yang lebih tertata, sekaligus menjadi instrumen kaderisasi mubaligh muda di lingkungan PCM Tulangan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments