Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PDM Sidoarjo Dorong Penguatan Manajemen Masjid Jadi Prioritas Program Kerja 2027

Iklan Landscape Smamda
PDM Sidoarjo Dorong Penguatan Manajemen Masjid Jadi Prioritas Program Kerja 2027
Tim.Visitasi Awarding di Masjid Baitul Izzah Balongbendo / PWMU.CO
pwmu.co -

Tim Panitia Visitasi Awarding Ranting dan Masjid PDM Sidoarjo kembali melaksanakan agenda visitasi. Kali ini, kegiatan menyasar tiga lokasi, yakni PRM Penambangan PCM Balongbendo, PRM Bakung Temenggungan, serta Masjid Baitul Izzah Penambangan, Balongbendo, Rabu (23/9/2026).

Visitasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Awarding Ranting dan Masjid yang digelar untuk melihat secara langsung perkembangan, tata kelola, aktivitas dakwah, kaderisasi, administrasi, hingga pengelolaan masjid dan ranting di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, tim tidak hanya melakukan penilaian terhadap berbagai aspek yang menjadi indikator awarding, tetapi juga berdialog secara langsung dengan jajaran pimpinan ranting dan pengelola masjid.

Dialog menjadi ruang untuk menggali potensi sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan pembenahan secara berkelanjutan.

Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Misbach, M.Pd., yang mengikuti tim visitasi menyampaikan bahwa dari sejumlah kunjungan yang dilakukan, terdapat berbagai persoalan dan kebutuhan di tingkat ranting maupun masjid yang perlu mendapatkan perhatian bersama.

Misbach menambahkan, berbagai temuan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai kekurangan dalam proses awarding. Sebaliknya, hasil visitasi dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi PDM Sidoarjo untuk menyusun program pembinaan yang lebih terarah.

Salah satu hal yang dinilai penting adalah penguatan manajemen masjid sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan Persyarikatan.

“Berbagai persoalan yang kami temukan di lapangan ini ke depan perlu ditata ulang dan dibantu melalui program kerja PDM Sidoarjo, khususnya dalam penguatan manajemen masjid sesuai SOP yang ditetapkan Persyarikatan,” ungkap Misbach.

Menurutnya, penguatan manajemen masjid perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari program kerja PDM Sidoarjo pada 2027. Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada evaluasi, tetapi berlanjut pada pendampingan dan perbaikan tata kelola di tingkat ranting dan masjid.

Dalam proses visitasi, Misbach memetakan sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan. Beberapa di antaranya menjadi catatan penting untuk pengembangan ranting dan masjid ke depan.

Pertama, penataan tata kelola dan keorganisasian.

Ranting dan masjid perlu memiliki sistem organisasi yang jelas, pembagian tugas yang terstruktur, administrasi yang tertib, serta mekanisme kerja yang dapat dipahami dan dijalankan bersama.

Kedua, membangun semangat kebersamaan dan kearifan lokal.

Masjid dan ranting diharapkan mampu menjadi pusat kebersamaan masyarakat. Potensi lokal perlu dikembangkan sebagai kekuatan dalam membangun kegiatan dakwah, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

SMPM 5 Pucang SBY

Ketiga, penguatan digitalisasi.

Era digital menuntut masjid dan ranting mulai melakukan penataan sistem informasi dan publikasi secara lebih baik. Digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk dokumentasi kegiatan, administrasi, transparansi informasi, publikasi dakwah, hingga memperluas jangkauan komunikasi kepada warga Persyarikatan dan masyarakat.

Keempat, keberlanjutan kaderisasi.

Kaderisasi menjadi bagian penting agar keberlangsungan organisasi tidak bergantung pada figur tertentu. Ranting dan masjid perlu menyiapkan generasi penerus melalui pelibatan anak muda dalam berbagai aktivitas Persyarikatan.

Kelima, pengelolaan keuangan dan kemandirian pendanaan.

Pengelolaan keuangan perlu dilakukan secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, masjid dan ranting juga perlu mengembangkan sumber-sumber pendanaan yang mandiri dan berkelanjutan untuk menopang program-program organisasi.

Kegiatan visitasi di tiga lokasi tersebut menunjukkan bahwa Awarding Ranting dan Masjid tidak hanya berorientasi pada pemberian penghargaan.

Lebih dari itu, proses visitasi menjadi sarana untuk membangun komunikasi, melakukan pemetaan persoalan, berbagi pengalaman, serta memberikan rekomendasi pembinaan bagi ranting dan masjid.

Tim visitasi berharap berbagai catatan yang diperoleh dari lapangan dapat menjadi bahan evaluasi bersama dan ditindaklanjuti dalam program pembinaan PDM Sidoarjo.

“Awarding diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang berupa semakin tertibnya tata kelola organisasi, semakin aktifnya kegiatan dakwah dan sosial, meningkatnya kualitas manajemen masjid, serta tumbuhnya kader-kader baru yang akan melanjutkan perjuangan Persyarikatan,” tambahnya.

“Visitasi bukan sekadar mencari yang terbaik, tetapi menjadi momentum untuk belajar bersama, memperbaiki tata kelola, dan membangun ranting serta masjid Muhammadiyah yang semakin kuat, mandiri, profesional, dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkas Wakil Ketua PDM Sidoarjo.

Revisi Oleh:
  • Satria - 24/09/2026 22:12
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu