Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan sukses menggelar Pelatihan Muballighot Nasyiatul Aisyiyah (PMNA) pada Sabtu–Ahad (6–7/12/2025) di Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Kompetensi Mubalighat Nasyiah pada Era Dakwah Globalisasi.”
Pelatihan ditutup pada Ahad siang (7/12/2025) oleh Arika Karim S.HI., S.Pd.I., Ketua PDNA Lamongan. Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan menegaskan bahwa PMNA merupakan ruang penguatan kapasitas dakwah kader dalam menghadapi dinamika global.
Selain itu, Arika Karim menyampaikan harapan agar PMNA menjadi momentum lahirnya mubalighot muda yang berilmu, percaya diri, dan berdaya guna sesuai dengan profil muballighot. Ia menegaskan bahwa kader Nasyiatul Aisyiyah harus mampu menjadi pencerah di tengah masyarakat, membawa pesan Islam berkemajuan, serta meneruskan estafet dakwah dengan komitmen, keikhlasan, dan integritas. Menurutnya, kecakapan berdakwah bukan hanya tuntutan organisasi, tetapi juga bentuk pengabdian kepada umat dan bangsa.
Selama dua hari, peserta mendapatkan 10 materi inti yang menghadirkan pemateri ahli di bidangnya. Selain itu, tersedia sesi Micro Tabligh sebagai sarana praktik langsung kemampuan dakwah, sesi ibadah, serta agenda pembinaan yang dirancang untuk mengasah karakter dan kecakapan para calon mubalighot muda.
Salah satu peserta, Nur Aini Mahmudah, utusan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Lamongan, menyampaikan kesannya.
“Dari PMNA ini kami dibangun untuk siap menghadapi tantangan dan permasalahan masyarakat melalui nilai-nilai keagamaan. Harapan saya setelah mengikuti PMNA adalah dapat berkontribusi lebih banyak untuk Muhammadiyah, masyarakat, negara, dan agama. Aamiin,” tuturnya.
Dengan berakhirnya rangkaian PMNA 2025 ini, para peserta kembali ke cabang dan ranting masing-masing dengan semangat baru untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Pembekalan intensif selama dua hari tersebut diharapkan mampu memperkuat peran kader Nasyiatul Aisyiyah sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha persyarikatan.
PMNA bukan sekadar pelatihan, tetapi ikhtiar kolektif untuk meneguhkan dakwah pencerahan di tengah dinamika zaman. Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.






0 Tanggapan
Empty Comments