Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pemred PWMU.CO Paparkan Arah Kebijakan Redaksi dalam Raker PWMU

Iklan Landscape Smamda
Pemred PWMU.CO Paparkan Arah Kebijakan Redaksi dalam Raker PWMU
Pemimpin Redaksi PWMU.CO Agus Wahyudi memimpin rapat kerja bersama kontributor se Jatim Kamis (15/1/2026). Zulkifli/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pemimpin Redaksi PWMU.CO, Agus Wahyudi, memaparkan arah kebijakan redaksi dan tantangan pengembangan media dalam Rapat Kerja (Raker) Dewan Redaksi dan Kontributor PWMU.CO serta PWMU.TV, yang digelar di ruang rapat Gedung Ta’awun lantai 22 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (15/1/2025).

Raker tersebut dihadiri seluruh perwakilan kontributor PWMU dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Dalam pemaparan pembuka, Agus Wahyudi menegaskan bahwa sejak awal pendiriannya, PWMU.CO dibangun berbasis komunitas Muhammadiyah.

“PWMU.CO tidak mengambil ceruk berita umum. Fokus kami adalah pemberitaan yang berkaitan dengan Muhammadiyah, tokoh-tokohnya, serta optimalisasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM),” ujar Agus.

Menurutnya, kekuatan utama PWMU.CO hingga mampu bertahan dan terus berkembang terletak pada jaringan kontributor yang luas, perspektif yang beragam, serta kolaborasi dan sinergi antar kontributor di berbagai daerah.
Ia menyebut, model tersebut berdampak langsung pada produktivitas konten.

“Produktivitas PWMU.CO melahirkan keunggulan, di antaranya kuantitas konten yang tinggi sehingga meningkatkan visibilitas SEO dan menjaga konsistensi publikasi, sekaligus memperkuat identitas nilai media,” paparnya.

Namun demikian, Agus juga mengakui adanya sejumlah tantangan yang dihadapi PWMU.CO. Salah satunya adalah keterbatasan jurnalis profesional, karena masih didominasi oleh praktik citizen journalism.

“Kondisi ini berpotensi menimbulkan inkonsistensi kualitas penulisan dan standar editorial,” jelasnya.

Meski begitu, ia menegaskan komitmen redaksi untuk terus mendorong lahirnya jurnalis profesional PWMU yang bekerja secara profesional dan ditempatkan di berbagai instansi daerah.

Selain itu, Agus menyoroti minimnya berita mendalam dan investigatif sebagai tantangan signifikan. Menurutnya, fokus pada berita cepat dan kegiatan internal kerap membuat audiens belum mendapatkan informasi yang komprehensif.

“Tanpa analisis mendalam, PWMU berisiko kehilangan daya tarik dalam wacana publik dan sulit bersaing dengan media lain yang menyajikan konten lebih substansial,” tegasnya.

Ia pun menekankan agar wartawan dan kontributor PWMU mampu menyusun analisis mandiri. “Wartawan PWMU harus membuat analisis sendiri, jangan sekadar menyalin rilis,” pungkas Agus. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu