Pemuda Muhammadiyah Kedungkandang melakukan audiensi resmi dengan DPRD Kota Malang pada Rabu, (26/11/2025), bertempat di ruang Fraksi PKS DPRD Kota Malang.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi konstruktif ini membahas isu-isu strategis mengenai masa depan pemuda, peluang pekerjaan, serta kemungkinan kolaborasi antara Pemuda Muhammadiyah dengan pemerintah kota untuk pengabdian masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemuda Muhammadiyah Kedungkandang, termasuk ketua organisasi, Harbatul Ahkam Arrozy, yang hadir mengenakan busana berwarna kuning sebagaimana tercantum dalam keterangan foto. Dari DPRD Kota Malang, hadir beberapa anggota dewan, yakni Indra Permana, Rokhmad, Asmualik, dan Akhdiyat Syabril Ulum.
Kegelisahan Pemuda: Minimnya Peluang Kerja dan Kolaborasi
Dalam kesempatan tersebut, Harbatul Ahkam Arrozy mewakili kegelisahan para pemuda di wilayah Kedungkandang. Ia menyoroti realitas bahwa banyak pemuda memiliki kompetensi, namun belum menemukan ruang untuk memaksimalkan potensi tersebut dalam kontribusi sosial maupun ekonomi.
“Kami di Pemuda Muhammadiyah Kedungkandang memiliki anggota yang ahli di bidang digital marketing dan IT. Dengan keahlian kami, kami ingin berkontribusi di masyarakat. Kami berharap DPRD bisa menjadi jembatan pengabdian kami kepada Masyarakat,” jelas Ahkam.
Pernyataan tersebut menggambarkan semangat kolaboratif dan keinginan kuat Pemuda Muhammadiyah untuk menjadi bagian aktif dalam pembangunan kota. Digital marketing dan teknologi informasi menjadi dua sektor strategis yang saat ini sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari UMKM, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis data.
Tantangan Global: Perubahan Pola Konsumen dan Fenomena VUCA
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Malang, Indra Permana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang ditunjukkan oleh Pemuda Muhammadiyah Kedungkandang. Beliau menyambut baik keinginan pemuda untuk berkontribusi serta mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan.
Dalam tanggapannya, Indra Permana juga menyinggung persoalan global yang turut memengaruhi dinamika lapangan pekerjaan bagi generasi muda. Menurutnya, bukan hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia, peluang kerja bagi pemuda memang mengalami penurunan akibat perubahan perilaku konsumen yang dipicu oleh transformasi digital, otomasi, dan pergeseran gaya hidup masyarakat modern.
Lebih lanjut, Indra mengaitkan kondisi tersebut dengan konsep VUCA, sebuah istilah yang menggambarkan situasi dunia saat ini:
- V (Volatility): perubahan yang cepat dan sulit diprediksi,
- U (Uncertainty): ketidakpastian yang semakin meningkat,
- C (Complexity): masalah yang semakin rumit karena banyak faktor saling terkait,
- A (Ambiguity): situasi yang tidak jelas dan memiliki banyak kemungkinan penafsiran
Indra menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini berada dalam situasi VUCA, sehingga pemuda perlu memiliki adaptabilitas tinggi, kompetensi digital, dan kemampuan kolaborasi lintas sektor agar mampu bertahan dan tumbuh.
Komitmen DPRD: Mendukung Ruang Kolaborasi Pemuda
Selain Indra Permana, anggota DPRD lain yang hadir, yakni Rokhmad, Asmualik, dan Akhdiyat Syabril Ulum, turut memberikan pandangan positif terhadap semangat kolaboratif Pemuda Muhammadiyah. Para anggota dewan menegaskan bahwa organisasi kepemudaan memiliki peran besar dalam menyokong pembangunan kota, terutama dalam bidang pendidikan, sosial, dan teknologi.
Dalam diskusi, anggota DPRD sepakat bahwa pemuda membutuhkan ruang yang lebih luas untuk berkreasi, berinovasi, dan berkontribusi. DPRD Kota Malang membuka kesempatan untuk menjajaki kerja sama yang lebih konkret, khususnya terkait program-program masyarakat, pelatihan digital, advokasi UMKM, serta kegiatan literasi teknologi.
Audiensi ini diakhiri dengan optimisme dan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan antara Pemuda Muhammadiyah Kedungkandang dan pemerintah kota. Pemuda Muhammadiyah menegaskan kesiapan mereka dalam memberikan kontribusi nyata melalui kemampuan digital marketing, teknologi informasi, dan pemberdayaan sosial.
Sementara itu, DPRD Kota Malang menyatakan kesiapannya untuk menjadi jembatan, fasilitator, sekaligus mitra strategis dalam menciptakan kesempatan baru bagi pemuda.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Malang, khususnya wilayah Kedungkandang. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments