
PWMU.CO – Salah satu tujuan pembelajaran Kemuhammadiyahan kelas 6 SD Muhammadiyah adalah mewujudkan pelajar yang peduli sesama. Untuk mencapai tujuan tersebut, siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya diajak belajar berdampingan dengan teman-teman Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Mas Mansyur 2 Pabean Catikan dan LKSA Muhammadiyah Medokan Surabaya.
Kegiatan yang digelar Sabtu (2/8/2025) ini bekerjasama dengan Kantor Layanan Lazismu (KLL) Mudipat. Salah satu program KLL Mudipat adalah mencetak kader filantropi cilik yang peduli sesama.
Proyek Filantropi Cilik ini berusaha mengimplementasikan 3 prinsip pendekatan Deep Learning; berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Pembelajaran Kemuhammadiyahan ini membangun pemahaman siswa tentang kepedulian sesama melalui observasi dan wawancara di LKSA sekitar sekolah. Dalam hal ini siswa melalui tahap pertama pengalaman belajar dalam kerangka Deep Learning.
Saat observasi pun secara spontan para siswa SD Mudipat mengajak teman LKSA memainkan game seru, saling bercerita, dan berbagi boneka dan kue. Sehingga pembelajaran ini tak hanya berkesadaran, namun juga bermakna dan menggembirakan.
Pada pertemuan selanjutnya, siswa yang telah melakukan observasi mempresentasikan hasilnya pada teman-teman kelasnya. Setiap kelompok akan membuat kegiatan untuk memenuhi kebutuhan LKSA. “Beberapa adik LKSA ingin belajar memasak atau berenang bersama,” ungkap Raden Roro Khaira, siswi kelas 6-D.
Dari hasil diskusi tersebut, terdapat kelompok yang merencanakan kegiatan menarik di LKSA, ada pula yang merancang beberapa cara untuk membuka donasi barang dan uang untuk memenuhi kebituhan LKSA.
“Ustadzah, aku udah bikin flyer open donasi buat diunggah di medsos teman-teman,” jelas Andalucia Islamadina K, siswa kelas 6-H. Dengan demikian siswa melalui pengalaman tahap kedua dalam kerangka Deep Learning.
Setelah semua kegiatan yang direncakan terlaksana, donasi terkumpul, dan penyerahan hasil donasi disampaikan pada LKSA se-Surabaya, siswa akan melalui tahap ketiga dalam kerangka Deep Learning yaitu merefleksi proyek Filantropi Cilik ini dari perencanaan hingga akhir pelaksanaannya. Mereka mengevaluasi proyek kelompok masing-masing dan mengambil berbagai nilai yang mereka dapat selama proyek berjalan.
Secara tidak langsung proyek ini menginternalisasikan 8 profil lulusan yakni keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Empat komponen utama kerangka pembelajaran yang terdiri atas praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, dan kemitraan pembelajaran juga menjadi pendukung terciptanya pembelajaran mendalam yang efektif dan bermakna dalam pembelajaran Kemuhammadiyahan ini.
Ustadz Muhil Robbani dan Ustadzah Erfin Walida, pengampu mata pelajaran Kemuhammadiyahan kelas 6 SD Mudipat berusaha melaksanakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengan RI untuk menggunakan pendekatan Deep Learning dalam setiap pembelajaran. Termasuk dalam pembelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA).
Penulis Erfin Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments