Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Peneleh Itu Kauman Jogja Versi Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Peneleh Itu Kauman Jogja Versi Surabaya
Muh Kholid AS berceramah di Masjid Bahagia Surabaya (foto: Azmi Izzudin/pwmu.co)
pwmu.co -

Kawasan bersejarah Peneleh kembali ditegaskan sebagai jantung peradaban Islam dan pusat pergerakan. Kawasan yang kini masuk Kelurahan Peneleh, bisa dikata sebagai fajar awal dakwah Muhammadiyah di Surabaya. Jika Yogyakarta punya Kauman, Kelurahan Peneleh itu bisa dianggap dikata sebagai Kaumannya Surabaya.

“Peneleh ini Kauman-nya Surabaya. 3 kali KH Ahmad Dahlan ke Surabaya, jujugannya adalah Peneleh. Dan di kawasan ini juga tercatat banyak peninggalan tentang pergerakan Muhammadiyah zaman 1920-an,” demikian disampaikan oleh Muh Kholid AS, saat memberikan kultum tarawih di hadapan ratusan jamaah Masjid Bahagia, Jalan Peneleh, Surabaya, Rabu (24/02/2026) malam.

Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk melakukan refleksi historis mengenai posisi strategis Peneleh. Keberadaan Masjid Bahagia di tengah kawasan ini dinilai bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan simbol dari keberlanjutan sejarah panjang Surabaya dan awal mula berkembangnya Muhammadiyah di kota ini.

“Warga Peneleh harus merasa bangga dan bersyukur. Peneleh adalah sumber sejarah Surabaya dan Muhammadiyah. Di tanah ini, nafas perjuangan dan dakwah para pendahulu kita berdenyut, menjadi titik tolak pencerahan bagi masyarakat luas,” kata pria yang juga tercatat sebagai Wakil Ketua Partai Golkar Surabaya itu.

Di kawasan Peneleh sendiri terdapat 5 kampung yang saling berdekatan. Yaitu Peneleh sendiri, Plampitan¸ Jagalan, Lawang Seketeng dan Pandean. “Di Jagalan Gang 3, pernah menjadi kantor Muhammadiyah Surabaya yang saat itu dipimpin oleh KH Mas Mansur,” terang Kholid.

Peneleh juga menjadi pertemuan antara HOS Tjokroaminoto dan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Tjokroaminoto yang tinggal di Peneleh sebagai Ketua Syarikat Islam (SI), sementara Ahmad Dahlan adalah salah satu penasehat SI. “Selama 3 kali dakwah Kyai Dahlan ke Surabaya, tiga tujuan favoritnya adalah Peneleh, Plampitan, dan Kalimas Udik,” terang Kholid

Pemimpin Redaksi Majalah MATAN 2011-2018 lantas menceritakan bahwa Peneleh juga sempat menjadi Kantor Muhammadiyah Jawa Timur. Saat pertama kali muncul Perwakilan Pengurus Besar Muhammadiyah Wilayah Jatim pada 1952, (yang kini berubah menjadi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah), kawasan Peneleh menjadi pusat pergerakan Muhammadiyah. Hingga kemudian berpindah ke Kapasan pada tahun 1967-an.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Saat itu saya bertemu dengan anak dari Kyai Oesman Muttaqin, Ketua PWM Jatim 1965-1968. Kata belia, rapat-rapat Muhammadiyah Jatim saat itu selain di rumahnya Jl. Mendut, ada 3 tempat lain. Yaitu Gedung PTDI Gentengkali, Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan, atau kantor Muhammadiyah Jatim di Peneleh,” jelas Kholid.

“Kedatangan Wisatmo, tokoh Muhammadiyah dari Kaliasin saat rapat ke Peneleh banyak diingat orang. Ketika koleganya masih mengandalkan becak dan delman sebagai alat transportasi, Wisatmo satu-satunya pimpinan Muhammadiyah yang punya sepeda motor. Suara sepeda motornya yang terdengar dari jarak jauh, menandai kehadiran Wisatmo,” cerita Kholid.

Tak heran jika TK ABA pertama di Surabaya berdiri di kawasan yang kini masuk Kelurahan Peneleh itu. Begitu juga Sekolah Dasar Muhammadiyah pertama di Surabaya, juga di kawasan tersebut. Termasuk Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah-pun juga tidak lepas dari godokan Peneleh sebelum akhirnya kini pindah ke Jl. Genteng Muhammadiyah.

Mengakhiri ceramahnya, Kholid berharap jamaah Masjid Bahagia dapat memanifestasikan makna nama masjid tersebut dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pribadi yang penuh syukur dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan kultum tarawih di Masjid Bahagia ini menjadi momen penting bagi warga setempat untuk memperkuat identitas kolektif mereka sebagai pewaris sejarah. Dengan memahami akar sejarahnya, diharapkan warga Peneleh, khususnya jamaah Masjid Bahagia, dapat terus merawat tradisi intelektual dan spiritual yang telah diletakkan oleh para pendiri Muhammadiyah dan pejuang bangsa di kawasan tersebut. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu