Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Penemuan Baru di Bidang Sains dengan menggunakan AI

Iklan Landscape Smamda
Penemuan Baru di Bidang Sains dengan menggunakan AI
Gambar Ilustrasi AI. (PWMU.CO)
Oleh : Soegianto Pengamat AI
pwmu.co -

Bayangkan sebuah dunia di mana ilmuwan tak lagi terjebak dalam rutinitas panjang mencoba-coba, melainkan dibantu oleh kecerdasan buatan yang seperti sahabat setia—mempercepat langkah, menemukan rahasia tersembunyi, dan membuka pintu menuju terobosan besar.

Pada Oktober 2025 ini, AI bukan lagi sekadar alat bantu; ia telah menjadi katalisator nyata bagi penemuan ilmiah yang mengubah wajah masa depan. Dari material revolusioner hingga pengobatan genetik canggih, berikut kisah empat pencapaian menakjubkan yang didukung AI, lengkap dengan sumber terpercaya untuk Anda telusuri lebih dalam.

Pertama, di ranah desain material, AI telah “melahirkan” jutaan kandidat kristal anorganik baru—seperti mimpi seorang insinyur yang menjadi kenyataan. Google DeepMind saja menciptakan 2,2 juta struktur kristal, di mana 380.000 di antaranya stabil dan berpotensi merevolusi baterai serta semikonduktor.

Tantangannya? Memvalidasi secara eksperimental, tapi langkah ini sudah membuka jalan bagi teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ingin tahu detailnya? Kita bisa kunjungi artikel Nature ini (https://www.nature.com/articles/d41586-025-03147-9) yang baru terbit dua hari lalu, atau jelajahi laporan Sustainability Directory (https://news.sustainability-directory.com/research/ai-accelerates-discovery-of-millions-of-new-stable-materials/) untuk perspektif lebih luas. Jurnal aslinya ada di arXiv, siap untuk dibaca para pecinta sains.

Kedua, terapi gen CRISPR kini punya “otak” super cerdas berkat peneliti Stanford. Mereka meluncurkan CRISPR-GPT, model bahasa besar yang merencanakan eksperimen pengeditan gen dengan akurasi luar biasa, mempercepat pengobatan penyakit genetik yang dulu terasa mustahil. Bayangkan: dari ide ke uji coba, semuanya lebih presisi dan cepat, mengurangi kesalahan mahal.

Sumbernya? Kita bisa lihat berita Stanford Medicine dari 16 September lalu (https://med.stanford.edu/news/all-news/2025/09/ai-crispr-gene-therapy.html), atau DDW (https://www.ddw-online.com/stanford-team-create-ai-gene-editing-tool-crispr-gpt-35864-202508/) untuk sudut pandang medis. Jurnal lengkapnya di Nature Biomedical Engineering (https://www.nature.com/articles/s41551-025-01463-z), penuh data empiris yang memukau.

Ketiga, penemuan enzim dan otomatisasi riset—seperti dongeng di mana AI menjadi penyihir laboratorium. Di Berkeley Lab, AI mendesain enzim novel yang divalidasi menggunakan cahaya sinkrotron, sementara MIT’s FutureHouse mengotomatiskan seluruh proses riset biologis dari hipotesis hingga bukti.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ini berarti ilmuwan bisa fokus pada inovasi, bukan rutinitas. Ceritanya nisa dilihat di Berkeley Lab News (4 September 2025) (https://newscenter.lbl.gov/2025/09/04/how-berkeley-lab-is-using-ai-and-automation-to-speed-up-science-and-discovery/), atau MIT News (https://news.mit.edu/2025/futurehouse-accelerates-scientific-discovery-with-ai-0630) yang menceritakan perjalanan FutureHouse. Situs proyek FutureHouse juga patut dikunjungi untuk inspirasi langsung.

Terakhir, di pengembangan obat dan baterai generasi berikutnya, AI seperti detektif ulung yang mengungkap pola tersembunyi. Ia mendorong obat baru untuk fibrosis paru yang sudah masuk fase klinis, serta material baterai multivalen ramah lingkungan yang bisa gantikan lithium-ion—bayangkan mobil listrik yang lebih tahan lama dan murah.

Mohon lihat di (https://lifebit.ai/blog/ai-driven-drug-discovery/) (30 Juni 2025) untuk drug discovery, atau jurnalnya di Nature Medicine (https://www.nature.com/articles/s41591-025-03832-2).

Untuk baterai, cek SciTechDaily (https://scitechdaily.com/ai-just-found-the-future-of-batteries-and-its-not-lithium/) (5 Agustus) dan (https://www.sciencedaily.com/releases/2025/08/250802022915.htm).

AI memang katalisator utama di sini, tapi ingat, validasi manusia tetap kunci—seperti tarian harmonis antara mesin dan pikiran. Penemuan ini bukan akhir, melainkan awal dari era di mana sains bergerak lebih cepat dari imajinasi kita. Jika penasaran, klik link-link di atas dan mari jelajahi bersama. Siapa tahu, Anda yang akan menemukan yang berikutnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu