Pengajian Ahad Pagi Fastabiqul Khairat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng Banyuwangi mengusung tema “Mencerahkan Dunia Maya”, Ahad (5/10/2025).
Tema pengajian tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Taufiqur Rohman MPdI. Pengajian yang berlangsung di masjid Al-Amien ini diikuti oleh warga Muhammadiyah Genteng dan masyarakat umum.
Pukul 6.00 WIB pengajian dimulai. Di awal ceramah, Ketua MPID itu mengajak jamaah untuk mengucapkan syukur kepada Allah SWT.
“Bapak Ibu bersyukurlah karena masih diberikan nikmat iman, sehat, dan sempat untuk menghadiri pengajian ini,” ujarnya.
Kemudian ia mengucapkan terima kasih kepada panitia PAP yang telah menyiapkan tempat dan peralatan untuk kelancaran pengajian, seperti sound sistem dan Liquid Crystal Display (LCD) proyektor.
Ustaz kelahiran Srono itu menguraikan dua kata kunci yang menjadi tema pengajian, yaitu mencerahkan dan dunia maya.
Selanjutnya, ia mengupas lebih dalam makna kedua kata kunci tersebut merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan website.
Mencerahkan berasal dari kata dasar cerah yang mengandung arti terang, berseri, senang atau bahagia sedangkan dunia maya merupakan integrasi dari peralatan elektronik seperti komputer, ponsel maupun peralatan elektronik lainnya untuk keperluan komunikasi searah atau lebih yang terhubung secara global.
Ketika membahas dunia maya, Taufiqur Rohman menampilkan slide powerpoint yang memuat beberapa icon platform media sosial. Selanjutnya, ia memberikan pertanyaan kepada jamaah.
“Coba sebutkan satu saja nama platform media sosial yang terdapat dalam slide ini,” tanyanya
Dua orang jamaah mampu menjawab pertanyaan dengan benar nama platform yang ditanyakan, yaitu facebook dan tiktok. Keduanya menerima hadiah berupa dua buah buku karya ustaz yang juga seorang penulis itu.
Pengajian berlangsung dengan sangat interaktif. Ustaz yang berdomisili di Pandan itu mengajukan pertanyaan kepada para jamaah: “Bagaimana menurut kalian, terang atau suramkah kondisi dunia maya saat ini yang banyak dihuni oleh generasi muda?.”
Menurutnya, seharusnya kondisi dunia maya yang terwakili oleh media sosial itu terang dan mencerahkan karena teknologi itu sifatnya memudahkan.
Kemudian, ia berbalik mengungkapkan mengapa kondisi dunia maya saat ini menjadi suram. Ia menegaskan bahwa penyebab utamanya adalah faktor manusia itu sendiri.
“Contohnya adalah kecanduan terhadap game, penggunaan ponsel yang hanya untuk menggulir konten digital yang tidak berkualitas, hingga akhirnya muncul istilah brain rot atau “pembusukan akal.” Fenomena ini berdampak pada menurunnya daya pikir kritis, terutama di kalangan generasi muda,” terangnya.
Di samping itu, Taufiqur Rohman meminta jamaah agar tetap selektif menghadapi kabar yang beredar dan berseliweran di dunia maya ini. Menurutnya, seorang Muslim hendaknya melakukan tabayun (klarifikasi) terhadap setiap berita yang beredar. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya pada Surat Al-Hujurat ayat 6.
“Hal itu penting dilakukan agar tidak menimbulkan fitnah yang menyebar secara liar dan menimbulkan kemudaratan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Di akhir ceramah, ia mengajak para jamaah untuk turut bergerak dan mewarnai dunia maya dengan konten-konten yang kreatif dan bernuansa Islami sehingga mampu membawa pencerahan di tengah arus informasi digital. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments