Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik Kupas Karakter Kaum Yahudi dan Bani Israil dalam Al-Qur’an

Iklan Landscape Smamda
Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik Kupas Karakter Kaum Yahudi dan Bani Israil dalam Al-Qur’an
Prof. Dr. Triyo Supriyatno, M.Ag., saat menyampaikan materi dalam pengajian Ahad pagi PDM Gresik. Foto: Mahfudz Efendi/PWMU.CO.
pwmu.co -

Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi pada Ahad (5/10/2025) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik.

Kegiatan tersebut menghadirkan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Triyo Supriyatno, M.Ag., sebagai narasumber. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi dengan tema “Karakter Kaum Yahudi dan Bani Israil dalam Al-Qur’an.”

Ia menyampaikan bahwa ketika seorang Muslim membaca Al-Qur’an, ia akan menemukan banyak kisah tentang Bani Israil. Dari kisah-kisah tersebut tergambar bahwa bangsa ini memiliki sejumlah sifat yang kurang menyenangkan.

“Lalu, seperti apa sebenarnya sifat Bani Israil dalam Al-Quran,” tanyanya.

Kemudian ia menyampaikan bahwa penggambaran sifat-sifat Bani Israil dalam Al-Qur’an umumnya tidak disampaikan secara tersurat, melainkan tersirat melalui berbagai kisah perjalanan dan perilaku mereka. Bani Israil dalam Al-Qur’an adalah keturunan Nabi Ya‘qub AS, bukan bangsa Israel yang ada pada masa sekarang.

“Lalu, siapakah sebenarnya Bani Israil dan mengapa mereka banyak dibahas dalam Al-Qur’an,?” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PDM Kota Malang bidang Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal itu menjelaskan bahwa Bani Israil merupakan keturunan Nabi Ya‘qub AS.

“Nabi Ya‘qub AS sendiri adalah keturunan Nabi Ibrahim AS melalui Nabi Ishaq AS. Beliau juga dikenal dengan nama Israil dan memiliki dua belas putra, salah satunya adalah Nabi Yusuf AS. Dari merekalah Bani Israil lahir. Riwayat bangsa ini bermula di Mesir, jauh sebelum masa pemerintahan Raja Firaun,” terangnya.

Dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain pada zamannya, lanjutnya, Bani Israil tergolong istimewa. Hal ini terbukti dari banyaknya pertolongan Allah SWT yang diberikan kepada mereka.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bani Israil adalah keturunan Nabi Ya‘qub AS yang bergelar Israil. Dalam Al-Qur’an, nama mereka disebut lebih dari 40 kali, menandakan betapa pentingnya pelajaran spiritual, moral, dan sejarah yang dapat diambil dari perjalanan mereka.

“Allah memuliakan Bani Israil dengan mengutus sekitar dua belas nabi dari kalangan mereka. Para nabi tersebut antara lain: Ya‘qub AS, Yusuf AS, Musa AS, Harun AS, Daud AS, Sulaiman AS, Ilyas AS, Ilyasa AS, Yunus AS, Zakaria AS, Yahya AS, dan Isa AS,” ucapnya.

Kemudian, ia menyampaikan bahwa selain menganugerahkan para Nabi, Allah juga menurunkan kitab-kitab suci kepada mereka sebagai petunjuk hidup. Namun, di sisi lain, Allah juga menegur dengan keras ketika mereka melakukan kesalahan dan menyimpang dari ajaran-Nya.

Triyo, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 1 Juli 2021, menegaskan bahwa kajian ini bertujuan untuk memahami karakter baik dan buruk Bani Israil sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an dan ditafsirkan oleh para mufasir besar.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Triyo kemudian menguraikan karakter kaum Yahudi dan Bani Israil sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an.

A. Karakter Kaum Yahudi dalam Al-Qur’an

1. Karakter Baik Kaum Yahudi.

  • Mengetahui kebenaran dan mengakui kenabian (QS. Al-Baqarah: 146).
  • Ada yang beriman dan tunduk kepada Allah (QS. Ali Imran: 113–116).

2. Karakter Buruk Kaum Yahudi dalam Al-Qur’an.

  • Mengubah dan menyembunyikan wahyu (QS. Al-Baqarah: 57).
  • Suka berdebat dan membantah tanpa ilmu (QS. Al-Baqarah: 87).
  • Memanipulasi kebenaran dan mencampur antara yang hak dan yang batil (QS. Ali Imran: 71).
  • Bermusuhan terhadap orang-orang beriman (QS. Ali Imran: 82).
  • Cinta dunia dan takut mati (QS. Al-Baqarah: 96).
  • Melanggar janji dan perjanjian dengan Allah (QS. Al-Maidah: 13).

Ia menegaskan bahwa hal tersebut perlu diketahui bukan untuk menumbuhkan kebencian yang bersifat rasial, melainkan sebagai ibrah atau pelajaran bagi semua.

“Hal ini perlu kita ketahui bukan untuk menumbuhkan kebencian yang bersifat rasial, melainkan sebagai ibrah atau pelajaran bagi kita,” tandasnya.

B. Karakter Bani Israil dalam Al-Qur’an

1. Karakter Baik Bani Israil.

  • Kaum yang pernah dipilih dan diberi nikmat oleh Allah (QS. Al-Baqarah: 47).
  • Kaum yang pernah beriman dan berjuang bersama Nabi Musa (QS. As-Shaff: 14).
  • Kaum yang pernah bersabar dan memperoleh kemenangan (QS. Al-A‘raf: 103-136).

2. Karakter Buruk Bani Israil.

  • Suka melanggar janji dan perintah Allah (QS. Al-Baqarah: 64).
  • Menyembah anak sapi setelah diselamatkan dari Fir‘aun (QS. Al-Baqarah: 63-64).
  • Suka menentang dan membantah Nabi Musa (QS. Al-Baqarah: 61).
  • Melanggar larangan pada hari Sabtu (QS. Al-Baqarah: 65).
  • Membunuh para nabi dan melakukan berbagai kezaliman (QS. Al-Baqarah: 61).
  • Mengubah dan menyembunyikan kebenaran (QS. Al-Maidah: 13).
  • Bersikap keras hati dan mencintai dunia (QS. Al-Baqarah: 74).

Sebagai penutup, Triyo menyampaikan bahwa Bani Israil merupakan cermin sejarah umat manusia. Ketika mereka taat kepada Allah SWT, mereka dimuliakan. Namun, saat mereka ingkar, Allah pun menghinakan mereka.

Ia menegaskan bahwa pesan moral dari kisah Bani Israil adalah keutamaan tidak ditentukan oleh nasab, melainkan oleh iman dan amal perbuatan. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu