Kamis (11/9/2025) bertepatan dengan 19 Rabiul Awal 1447 H, Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 10 Gresik (Matsamuluh) menerima kunjungan pengawas madrasah, Drs H Farid Abdullah MPd. Kunjungan ini bertujuan memberikan pembinaan kepada guru sekaligus pendampingan implementasi kurikulum di lingkungan Matsamuluh.
Kedatangan pengawas disambut Kepala Madrasah, Indah Faizah, beserta dewan guru. Dalam sambutannya, Indah menegaskan bahwa kurikulum adalah jantung pendidikan yang harus selalu dirawat, dikembangkan, dan ditingkatkan demi tercapainya mutu pendidikan yang optimal.
Dalam sesi pembinaan, Farid memaparkan pentingnya pemahaman terhadap dimensi profil lulusan, khususnya bagi madrasah. Ia menyampaikan sejumlah poin penting yang harus ditanamkan kepada peserta didik.
Pertama, keimanan dan ketakwaan. Warga madrasah harus menjaga serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Nilai-nilai spiritual tidak hanya diyakini, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai pendidik, kita perlu peduli terhadap ibadah murid-murid kita. Masih ada di antara mereka yang lalai dalam melaksanakan salat lima waktu, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama, selain tentu tanggung jawab orang tua di rumah,” ujarnya.
Kedua, cinta tanah air dan kepedulian sosial. Madrasah perlu menanamkan rasa cinta tanah air, sikap menghargai keberagaman budaya, kepatuhan pada aturan, serta kepedulian dan tanggung jawab sosial.
“Di tengah tantangan zaman, kecintaan terhadap tanah air harus terus dipupuk, meski terkadang rasa itu luntur karena ulah sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Ketiga, berpikir kritis dan logis. Peserta didik didorong untuk mampu berpikir kritis, logis, analitis, serta mengevaluasi informasi secara mendalam guna menyelesaikan masalah dengan tepat.
Selain itu, generasi madrasah perlu dibekali dengan kreativitas dan inovasi, kemampuan bekerja sama, serta gotong royong dalam mencapai tujuan bersama. Guru juga harus menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas belajarnya.
“Masih sering kita jumpai siswa yang menunggu hasil pekerjaan temannya. Hal ini menunjukkan kurangnya kemandirian dan tanggung jawab dalam belajar,” jelas Farid.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, membiasakan pola hidup sehat, serta membangun keterampilan komunikasi efektif, baik lisan maupun tulisan. Dengan begitu, siswa dapat menyampaikan ide dan informasi dengan baik sekaligus menjalin interaksi yang sehat dengan orang lain.
Pembinaan yang diberikan pengawas madrasah ini diharapkan memberi motivasi baru bagi para guru dalam melaksanakan tugasnya, sekaligus menjadi acuan dalam mengembangkan kurikulum di Matsamuluh. Dengan demikian, visi madrasah untuk mencetak generasi religius, santun, unggul, dan peduli lingkungan dapat terwujud. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments