SD Mumtaz (SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman) kembali meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu melalui kegiatan Penguatan Kompetensi Guru.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, tepatnya sejak Senin (30/03/2026) hingga Kamis (02/04/2026).
Kegiatan ini terhadiri oleh seluruh guru, meliputi guru wali kelas (Walas), guru mata pelajaran (Mapel), Guru Pendidikan Islam (GPI), serta guru Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).
Lebih lanjut, agenda ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan ruang refleksi dan penguatan kapasitas bagi para pendidik untuk terus bertumbuh dan beradaptasi dengan dinamika pendidikan abad ke-21.
Pembinaan Terarah, Sistematis, dan Relevan
Selama pelaksanaan, para guru mendapatkan pembinaan yang terarah, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Sehingga, harapannya hasilnya mampu memberikan dampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas.
Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Rizky Johan Prasetyo MPd, kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap bidang yang diampu guru.
“Seluruh kegiatan yang dilaksanakan dari hari Senin hingga Kamis ini bertujuan untuk menguatkan kembali kualitas pembelajaran pada setiap bidang yang diampu, sehingga pembelajaran menjadi lebih optimal dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa” tuturnya.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi ini terancang tidak hanya menitikberatkan pada aspek teoretis, tetapi juga praktik nyata yang kontekstual.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan profesionalisme guru yang terintegrasi dengan penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi penting pembelajaran masa kini.
Pada kelompok guru wali kelas dan mata pelajaran, pelatihan terlaksana secara bertahap dan berjenjang. Pada Senin dan Selasa (30–31/03/2026), guru terbagi ke dalam beberapa kelas.
Antara lain kelas Pedagogical Knowledge dengan fasilitator Dewoto Kusumo MPd, kelas Content Knowledge bersama Ria Pusvitasari, serta kelas Technological Knowledge yang terpandu oleh Laras Ayuningtyas Manggiasih MPd.
Pada tahap ini, guru diperkaya dengan pemahaman mendalam terkait strategi pembelajaran, penguasaan materi, serta pemanfaatan teknologi sebagai bagian integral dalam proses belajar mengajar.
Agenda Paruh Kedua
Memasuki Rabu hingga Kamis (01–02/04/2026), pelatihan berlanjut dengan pengelompokan berdasarkan tingkat kompetensi, yaitu basic, intermediate, dan advanced.
Pendampingan terlaksana oleh tim kurikulum SD Mumtaz yang terdiri dari Aulia Kholifatul Khasanah MPd, Dewoto Kusumo MPd, Nur Fauziyah SPd, Rizky Johan Prasetyo MPd, serta Elma Meyrisa Wahyu S,MPd.
Pendekatan ini memberikan ruang bagi guru untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan dan level kompetensi masing-masing secara lebih optimal.
Selain itu, penguatan juga diarahkan pada penguasaan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), literasi, dan numerasi.
Guru didorong untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif—mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.
Pada pelatihan Guru Pendidikan Islam (GPI), kegiatan menghadirkan narasumber Mey Linda Nur Khalisah, S.Sos.
Melalui sesi ini, guru GPI diperkaya dengan pendekatan pembelajaran agama yang lebih kontekstual dan aplikatif. Sehingga nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Sementara itu, pada bidang BTQ, penguatan kompetensi difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Rahmawati SPd, Bella Swestikasari SHum, Muhammad Nabil Lubbi, serta Nur Laili.
Materi yang tersampaikan meliputi penguatan fashohah dan makhorijul huruf, tajwid, hingga praktik microteaching yang bertujuan mengasah keterampilan pedagogik guru secara langsung.
Pendidikan Inklusi
Di sisi lain, bidang pendidikan inklusi juga mendapatkan perhatian khusus. Para guru diajak membangun struktur tim inklusi yang solid melalui tahapan perencanaan yang matang. Mulai dari pembagian peran, penguatan tanggung jawab, hingga penyusunan strategi program jangka pendek dan jangka panjang.
Program yang dihasilkan mencakup kegiatan rutin dan inovasi baru yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang beragam.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di ruang kelas masing-masing dengan pendekatan interaktif dan kolaboratif.
Para peserta diwajibkan membawa perangkat pendukung seperti laptop dan alat tulis guna menunjang proses pembelajaran.
Selain itu, evaluasi berkelanjutan juga dilakukan untuk mengukur partisipasi, pemahaman, serta kesiapan guru dalam mengimplementasikan hasil pelatihan.
Antusiasme para guru tampak jelas dalam setiap sesi yang berlangsung. Diskusi yang hangat, kolaborasi yang kuat, serta semangat berbagi praktik baik menjadi warna tersendiri dalam kegiatan ini.
Hal tersebut menjadi indikator bahwa para pendidik memiliki kesadaran tinggi untuk terus belajar dan berkembang.
Melalui kegiatan Penguatan Kompetensi Guru ini, SD Mumtaz semakin memantapkan langkahnya sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
Dengan guru yang terus bertumbuh secara profesional dan adaptif, semoga dapat lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments