Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pentas Seni KSMN II, Santri Muhammadiyah Tampilkan Kreasi Budaya dan Semangat Berkemajuan

Iklan Landscape Smamda
Pentas Seni KSMN II, Santri Muhammadiyah Tampilkan Kreasi Budaya dan Semangat Berkemajuan
Pentas Seni KSMN II, Santri Muhammadiyah Tampilkan Kreasi Budaya dan Semangat Berkemajuan. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pentas Seni menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu peserta Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II. Malam itu, Selasa (22/9/2026), suasana Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, berubah menjadi panggung kreativitas para santri Muhammadiyah dari berbagai daerah.

Pentas Seni KSMN II digelar dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung Selasa malam, sedangkan sesi kedua dijadwalkan Rabu (23/9/2026) malam.

Kegiatan dipandu Ramanda Muhilis Ahmad dan Ayunda Delpi Aprilinda. Keduanya mampu membangun suasana penuh semangat dan keceriaan sehingga peserta yang hadir semakin antusias menyaksikan setiap penampilan.

Penampilan pembuka disuguhkan MBS Al Amin Religi Bojonegoro. Mereka menampilkan Shemapore Dance yang dikolaborasikan dengan Tari Bali serta tari khas Tenun Bojonegoro.

Perpaduan seni modern dan tradisional tersebut membuat suasana semakin meriah. Penampilan mereka ditutup dengan nyala kembang api sebagai simbol semangat para santri untuk terus belajar ilmu agama sekaligus melestarikan budaya bangsa.

Salah seorang santri MBS Al Amin Religi Bojonegoro, Rifat, mengungkapkan bahwa persiapan penampilan dilakukan selama dua pekan. Latihan tetap berjalan rutin meskipun para santri harus membagi waktu dengan aktivitas sekolah dan pondok pesantren.

“Kami menyiapkan ini dengan berlatih rutin selama dua minggu dan dipandu oleh pembina pondok kami,” katanya saat ditanya pembawa acara.

Beragam Kreasi Santri

Usai penampilan MBS Al Amin Religi Bojonegoro, panggung secara bergantian diisi oleh kontingen dari berbagai daerah.

SMPM 5 Pucang SBY

MBS Zam-Zam Cilongok tampil dengan monolog yang mengangkat dongeng tentang asal-usul nama Cilongok. Penampilan tersebut membawa cerita lokal ke atas panggung KSMN II sekaligus mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Selanjutnya, MBS Ki Bagus Hadikusumo DKI Jakarta menghadirkan kolaborasi jurus Tapak Suci dengan tari tradisional. Perpaduan seni bela diri dan budaya tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam pentas seni malam itu.

Kemeriahan juga berlanjut melalui penampilan Pesantren Al Furqon Singaparna Tasikmalaya. Dengan aksi yang energik dan penuh ekspresi, para santri berhasil menghidupkan suasana panggung.

Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya kemudian turut menyuguhkan penampilan yang tidak kalah meriah. Kreativitas para santri dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KSMN II tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk saling mengenal, berbagi budaya, dan menampilkan potensi.

Pentas Seni sesi pertama kemudian ditutup. Meski demikian, antusiasme peserta belum berakhir. Mereka masih menantikan penampilan pada sesi kedua yang akan digelar Rabu malam.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri Muhammadiyah untuk menunjukkan bahwa kehidupan pesantren tidak hanya identik dengan aktivitas belajar agama, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kreatif, percaya diri, mencintai budaya, dan siap berkontribusi bagi bangsa. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 23/09/2026 06:11
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu