Semangat belajar dan kreativitas tak mengenal usia. Hal itu dibuktikan oleh Danu Azka Narendra, siswa kelas IV Camel SD Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb Primary School). Di usianya yang masih belia, ia telah menerbitkan buku antologi berjudul Fun Coding for Kids: Belajar Pemrograman Dasar, menjadikannya penulis cilik yang produktif di bidang edukasi teknologi.
Ia menyumbangkan buku yang turut ia tulis ke perpustakaan sekolah. Karya ini menjadi bukti perpaduan antara kegemaran Danu menggambar dan ketertarikannya pada logika berhitung.
Produktivitas Menulis Sejak Dini
Danu telah mengukir prestasi dengan menulis enam buku yang sudah terbit, termasuk antologi dan ensiklopedia, salah satunya diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo, penerbit nasional. Saat ini, empat buku lainnya masih dalam proses penerbitan.
“Buku ini aku tulis sambil nyicil,” ujar Danu polos. Ia menjelaskan prosesnya, “Kadang bikin cerita, terus bikin soal coding, terus lanjut lagi bikin cerita kedua, dan lanjut bikin soal coding kedua.”
Tantangan Merangkai Logika dalam Cerita
Meski memiliki ketertarikan pada menulis, Danu mengakui penulisan Fun Coding for Kids memiliki tantangannya sendiri. Ia didampingi sang ibu, Elvia Siska Yasa Putri, mulai dari mencetuskan ide hingga naskah selesai.
Danu paling menyukai bagian merangkai aktivitas. “Rasanya kayak main tapi belajar juga,” katanya antusias. Namun, bagian paling menantang adalah ketika Danu merangkai cerita agar dapat menyambung dengan materi coding.
Ketertarikan Danu pada coding bermula dari kegemarannya terhadap matematika dan berpikir kritis. “Aku suka pelajaran matematika,” ujarnya. Sejak kelas II SD, ia sudah mulai mempelajari dasar-dasar logika pemrograman dengan bimbingan. Beberapa buku karyanya kini bisa ditemukan di Perpustakaan Al Hikmah Library Mugeb Primary School.
Dukungan Ibu
Elvia Siska Yasa Putri mengungkapkan potensi menulis Danu sudah terlihat sejak taman kanak-kanak, meniru kebiasaan menulis sang ibu. Saat ini, Danu fokus menulis di akhir pekan, Jumat hingga Minggu, karena hari-hari lain padat dengan kegiatan sekolah, mengaji, dan les.
Elvia berperan aktif dalam memfasilitasi Danu. Ia mengikuti komunitas menulis dan selalu menanyakan minat Danu terhadap suatu tema sebelum mendaftarkannya dalam kelas penulisan.
“Saya ikut membaca materi, sumber referensi dari iPusnas atau dari yang lain,” jelas Elvia. Untuk penulisan buku coding, prosesnya melibatkan menonton YouTube bersama. Bahkan, satu buku coding berikutnya yang ditulis Danu bersama penulis lain sudah dalam proses penerbitan.
Nilai utama yang ditanamkan Elvia kepada Danu adalah berusaha sungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu. “Semoga senang menulis karena manfaatnya banyak. Semoga bermanfaat buat orang-orang,” tutup Elvia. (*)







0 Tanggapan
Empty Comments