Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam, Rihlah, dan napak tilas di Yogyakarta pada Jumat (31/10/2025) hingga Minggu (2/11/2025).
Acara ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri atas pimpinan cabang, ranting, dan kader Muhammadiyah se-Kota Malang.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat ideologi, meneguhkan semangat perjuangan, serta menumbuhkan komitmen kader dalam menggerakkan roda organisasi Muhammadiyah secara berkemajuan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini menjadi momentum penting bagi PDM Kota Malang dalam membina dan merevitalisasi aktor-aktor kader Muhammadiyah di abad kedua.
Perjalanan dimulai dari Malang pada Jumat malam (31/10/2025) menuju Yogyakarta dengan penuh semangat kebersamaan. Setibanya di Yogyakarta, para peserta disambut hangat dan langsung diarahkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Gedung Moehammadijah) serta SM Tower Hotel.
Pembukaan resmi dilaksanakan pada Sabtu pagi (1/11/2025) di Gedung Moehammadijah. Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari Ketua PDM Kota Malang.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Malang, Prof. Abdul Haris, M.A., menyampaikan bahwa Baitul Arqam bukan hanya sekadar forum pelatihan, tetapi juga merupakan ruang spiritual dan intelektual untuk memperkokoh ideologi Muhammadiyah di tengah derasnya arus globalisasi.
“Baitul Arqam ini merupakan sarana penyadaran kolektif bagi kita semua agar ruh perjuangan Muhammadiyah tetap menyala. Kader Muhammadiyah harus siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat dakwah yang mencerahkan dan berkemajuan,” ujarnya.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan sejumlah materi inti yang disampaikan oleh para tokoh dan narasumber nasional Muhammadiyah, antara lain:
– Ideologi Muhammadiyah oleh dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes.
– Manhaj Tarjih Muhammadiyah oleh Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A.
– Strategi Pengembangan Organisasi oleh Moch. Irfan Islami, M.M.
– Revitalisasi Cabang dan Ranting oleh H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi.
– Dakwah Berbasis Lokalitas oleh Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag.
Setiap materi memberikan wawasan baru bagi peserta tentang bagaimana Muhammadiyah beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar ajarannya.
Peserta diajak untuk memahami kembali pentingnya ideological grounding agar organisasi tetap kuat menghadapi dinamika sosial dan tantangan media digital masa kini.
Selain materi, kegiatan juga diselingi dengan sesi Rencana Tindak Lanjut (RTL) di mana peserta merumuskan langkah konkret dalam memperkuat cabang dan ranting di wilayah masing-masing. Momen kebersamaan ini menjadi ruang refleksi yang mempererat hubungan antarpimpinan dan kader Muhammadiyah Kota Malang.
Pada Ahad (2/11/2025) kegiatan dilanjutkan dengan rihlah dan napak tilas ke beberapa lokasi bersejarah Muhammadiyah di Yogyakarta, antara lain: Makam KH Ahmad Dahlan, Masjid Karangkajen, dan kawasan Malioboro.
Ziarah dan doa bersama di makam pendiri Muhammadiyah menjadi puncak refleksi spiritual, mengingatkan peserta akan perjuangan besar KH Ahmad Dahlan dalam menegakkan Islam yang berkemajuan serta membebaskan umat dari kebodohan.
Suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kuat saat peserta mendoakan para pendiri dan tokoh Muhammadiyah yang telah wafat, sambil meneguhkan tekad untuk meneruskan perjuangan dakwah di abad kedua organisasi ini.
Salah satu peserta, Abu Jundy, menyampaikan apresiasi dan kesan mendalam atas terselenggaranya acara ini.
“Terima kasih kepada PDM Kota Malang melalui panitia yang profesional dan progresif yang telah mengantar dan mendampingi kami hingga acara perdana Baitul Arqam di PP Muhammadiyah Yogyakarta selesai dengan lancar,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak ilmu, kebersamaan, kekompakan, kegembiraan, dan kenangan indah yang tak terlupakan, terutama di Bus 2. Ia juga mengaku merasakan kesenangan, keceriaan, semangat yang menyala, dan kebersamaan yang hangat.
“Atas nama pribadi, sekali lagi, Baitul Arqam lanjutkan! Kami menantikan kegembiraan dan kenangan indah itu di acara berikutnya, tentunya bersama PDM Kota Malang dan panitia yang luar biasa,” pungkasnya.
Seluruh kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat. Panitia pelaksana menyiapkan semua kebutuhan peserta dengan profesional, mulai dari akomodasi dan transportasi hingga konsumsi selama kegiatan.
Kehangatan dan kekompakan peserta menjadi ciri khas tersendiri yang menjadikan Baitul Arqam kali ini tidak hanya bermakna edukatif, tetapi juga penuh pengalaman emosional dan spiritual yang mendalam.
Kegiatan diakhiri pada Ahad sore dengan sesi penutupan, penyerahan sertifikat, dan makan siang bersama. Peserta kemudian kembali ke Malang dengan semangat baru dan komitmen untuk membawa nilai-nilai hasil Baitul Arqam ke dalam gerakan nyata di lingkungan masing-masing.
Melalui Baitul Arqam, Rihlah, dan Napak Tilas ini, PDM Kota Malang berharap lahir kader-kader Muhammadiyah yang tidak hanya memahami ideologi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata demi kemaslahatan umat.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap menjadi pelopor dakwah yang berkemajuan, mencerahkan, dan menggembirakan semesta di tengah perubahan dunia modern. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments