Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Konsulat Jenderal Australia Surabaya menggelar ajang perdana AussieBanget Mates Muster 2025 pada 27–28 September lalu.
Acara yang diikuti lebih dari 60 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Jawa Timur ini menghadirkan pengalaman lintas budaya sekaligus memperkuat jejaring bilateral Indonesia–Australia.
Tujuh kampus yang berpartisipati adalah Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, UMM, UNAIR, UINSA, UNEJ, dan UTM.
Selain sebagai ruang berbagi, mereka juga diharapkan menjadi agen yang memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Australia.
Hafiz Al Asad, Public Diplomacy Officer Konjen Australia Surabaya yang sekaligus pelopor ide agenda ini menegaskan, kegiatan ini merupakan inisiatif untuk mempererat jejaring Aussie Banget Corner (ABC) Sejawa Tengah dan Jawa Timur di bawah yurisdiksi Konjen Surabaya.
“Tema tahun ini Camp, Connect, Collaborative yang kami pilih untuk menegaskan semangat kebersamaan dan pertukaran budaya,” jelasnya.
Sementara itu, Konjen Australia untuk Surabaya, Glen Askew, menyampaikan apresiasi yang besar atas terselenggaranya acara ini.
Dia menegaskan bahwa ABC Mates Muster menjadi ajang penting untuk membangun koneksi, kolaborasi, sekaligus memperkenalkan budaya Australia lebih dekat kepada mahasiswa Indonesia.
“Tanpa komitmen UMM, kegiatan ini hanya sebatas wacana. Terima kasih UMM telah menjadi tuan rumah yang luar biasa,” ujarnya.
Rangkaian agenda dikemas dengan cara menyenangkan, mulai dari aktivitas khas Indonesia hingga pengalaman otentik budaya Australia.
Para peserta diajak memasak bersama hidangan tradisional Australia, hingga berbagi cerita lintas kampus mengenai pengalaman belajar dan berorganisasi.
Glen berharap, setelah kembali ke universitas masing-masing, mahasiswa dapat menyebarkan pengalaman ini dan menjadi jembatan penghubung antara masyarakat Indonesia dan Australia.
Di sisi lain, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD menyambut hangat acara ABC Mates Muster yang resmi dilaksanakan di Kampus Putih.
Menurutnya, kolaborasi ini merupakan suatu kehormatan besar bagi UMM dalam mempererat hubungan baik antar elemen dalam negeri, maupun luar negeri.
Melalui kegiatan ini, UMM kembali menunjukkan perannya sebagai kampus dengan jejaring internasional yang luas, sekaligus konsisten menghadirkan pengalaman global bagi mahasiswanya.
Terakhir, lebih dari membangun solidaritas, Salis berharap pesan perdamaian dari agenda ini dapat tersampaikan serta terefleksi dengan baik ke seluruh dunia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments