Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pers sebagai Wasilah Dakwah Pencerahan di Tengah Keberagaman Bangsa

Iklan Landscape Smamda
Pers sebagai Wasilah Dakwah Pencerahan di Tengah Keberagaman Bangsa
Muchamad Arifin. (Dok. Pribadi/PWMU.CO)
Oleh : Muchamad Arifin Ketua LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah
pwmu.co -

Hari Pers Nasional sejatinya bukan hanya peringatan profesi, tetapi momentum muhasabah bersama tentang bagaimana informasi diproduksi, disebarkan, dan dimaknai.

Dalam perspektif dakwah, pers memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wasilah pencerahan—menyampaikan nilai kebenaran, menumbuhkan kesadaran, serta menguatkan akhlak sosial umat.

Indonesia adalah negeri yang dianugerahi keberagaman luar biasa. Perbedaan suku, agama, ras, dan budaya adalah sunnatullah yang tidak untuk dipertentangkan, melainkan untuk dikelola dengan hikmah. Dakwah Islam hadir bukan untuk menghapus perbedaan, tetapi untuk menuntun manusia agar perbedaan itu melahirkan kedamaian dan keadaban. Di titik inilah pers dan dakwah bertemu dalam satu misi: mencerdaskan, mencerahkan, dan mempersatukan.

Pers, ketika dijalankan dengan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab moral, dapat menjadi media dakwah yang efektif. Ia mampu menyampaikan pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menebarkan kasih sayang, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah masyarakat yang majemuk. Namun sebaliknya, ketika informasi diproduksi tanpa etika dan nurani, media bisa menjadi alat provokasi, menumbuhkan prasangka, bahkan menyulut perpecahan.

Dakwah Muhammadiyah menempatkan pers sebagai bagian dari gerakan pencerahan (gerakan tajdid). Dakwah tidak semata-mata dilakukan dari mimbar ke mimbar, tetapi juga melalui ruang-ruang publik informasi. Setiap narasi yang disajikan pers sejatinya adalah pesan dakwah—apakah ia mengajak pada kebaikan, atau justru membuka jalan keburukan.

Oleh karena itu, saya mengajak insan pers dan seluruh pegiat media untuk menjadikan jurnalisme sebagai ladang amal. Mari kita isi ruang informasi dengan pesan yang menyejukkan, membangun optimisme, dan memperkuat nilai keislaman sekaligus kebangsaan. Di tengah maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan narasi ekstrem, pers dituntut menjadi penuntun moral, bukan sekadar penyalur viralitas.

Hari Pers Nasional 2026 hendaknya menjadi pengingat bahwa pers adalah mitra strategis dakwah pencerahan. Dengan pena yang beradab dan niat yang lurus, pers dapat menjadi sarana mempersatukan umat, memperkokoh persaudaraan kebangsaan, serta menghadirkan Islam sebagai cahaya bagi kehidupan bersama.

Selamat Hari Pers Nasional 2026.

Semoga pers Indonesia senantiasa menjadi wasilah dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu