Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Persaudaraan yang Melampaui Nasab

Iklan Landscape Smamda
Persaudaraan yang Melampaui Nasab
Oleh : Maftuhah & Zunaidah Dosen STIT Muhammadiyah Paciran dan Dosen STAIM Paciran
pwmu.co -

Dalam bentang perjalanan hidup yang fana, ada perjumpaan yang datang sekadar menyapa, lalu menguap tanpa bekas.

Namun, ada pula pertemuan yang ditenun oleh Allah dengan begitu rapi, hingga dua insan tumbuh bukan lagi sekadar sebagai kawan, melainkan saudara meski tak lahir dari rahim yang sama.

Pertemuan semacam inilah yang selalu menyisipkan haru mendalam; sebuah ikatan yang di dalamnya tersimpan tumpukan doa, goresan luka, renyah tawa, hingga tetes air mata yang tak pernah terpublikasikan, namun senantiasa terasa dalam diam.

Kami menyebutnya persaudaraan, bukan karena terikat oleh jalur darah, melainkan karena kedalaman rasa yang saling bertaut.

Di dalamnya ada hati yang saling menopang saat langkah kaki terasa goyah.

Ada doa-doa yang secara rahasia disematkan di sepertiga malam tanpa perlu diminta.

Ada kehadiran yang tetap setia bertahan, bahkan ketika dunia luar sedang menunjukkan sisi paling tak ramahnya.

Menjalin ikatan sebagai “saudara pilihan” bukanlah perkara mudah.

Kedekatan ini tidak lahir dari kesamaan semata; justru ia kerap bersemi di atas ladang perbedaan.

Berbeda cara berpikir, berbeda latar belakang, hingga berbeda jalan hidup yang ditempuh. Namun, di sanalah letak keajaiban takdir.

Dari perbedaan itu, kami belajar tentang seni menerima tanpa harus menuntut, dan memahami tanpa sedikit pun menghakimi.

Kami menyadari bahwa persaudaraan sejati bukan tentang dua orang yang menjadi sama, melainkan dua jiwa yang saling melengkapi dalam ketidaksempurnaan.

Dalam belantara kehidupan, terutama di dunia akademik dan pengabdian yang penuh tuntutan, kami memetik pelajaran berharga: lelah tidak selalu bersumber dari beban pekerjaan yang menumpuk.

Sering kali, keletihan itu datang dari rasa sunyi karena tak memiliki tempat untuk berbagi beban.

Di titik jenuh itulah, Allah menghadirkan seseorang sebagai “ruang pulang”. Sebuah tempat mengadu tanpa rasa takut akan penghakiman, dan ruang untuk bercerita tanpa khawatir dianggap lemah atau tidak berdaya.

Ada masa ketika langkah terasa goncang dan sendi-ssepi —ketika usaha keras tak kunjung berbanding lurus dengan hasil yang diharapkendi perjuangan terasa an.

Pada titik nadir itulah, kualitas persaudaraan diuji. Ia tidak diukur oleh jarak fisik, melainkan oleh kesetiaan batin.

Ia tidak di validasi oleh durasi waktu, melainkan oleh ketulusan dan keikhlasan yang mengalir tanpa henti.

Kami pernah berada di satu fase di mana saling menguatkan tak lagi memerlukan barisan kata-kata.

Cukup dengan kehadiran yang nyata, dengan menjadi pendengar yang saksama. Atau dengan bisikan lembut, “Aku paham,” meski solusi belum tentu tergenggam di tangan.

Dan ternyata, itulah bentuk cinta yang paling dewasa: tidak memaksa seseorang untuk selalu bahagia, tetapi bersedia mendekap erat dalam luka yang paling perih sekalipun.

Persaudaraan ini tentu bukan tentang kesepakatan yang selalu sejalan.

Ada saat-saat di mana kami bersilang pendapat, ada waktu di mana sunyi menyelimuti karena ego yang bersinggungan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Namun, tak pernah ada sedikit pun niat untuk saling menjauh.

Kami memahami satu hal fundamental: hubungan yang dijaga oleh Allah tidak akan runtuh hanya oleh badai ego sesaat.

Ia justru akan semakin mengakar kuat melalui kerendahan hati untuk saling memaafkan dan memperbaiki diri.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa tidak semua orang dianugerahi keberuntungan untuk memiliki saudara pilihan.

Seorang saudara yang hadir bukan karena tuntutan kewajiban sosial, melainkan murni karena keikhlasan hati.

Saudara yang tidak hanya muncul saat musim senang, tetapi bertahan teguh ketika duka merayap panjang.

Saudara yang tidak merasa iri atas pencapaian yang diraih, melainkan tulus mendoakan keberkahan atas setiap keberhasilan.

Maka, setiap saat doa ini kami langitkan dengan penuh harap: semoga setiap jengkal langkah kami ini penuh keberkahan.

Berkah dalam menuntut ilmu, berkah dalam pengabdian kepada sesama, dan berkah dalam setiap niat baik yang kami titipkan kepada Sang Pemilik Semesta.

Sebab kami tahu, keberkahan tidak selalu berwujud kelapangan harta atau kemudahan jalan.

Terkadang, keberkahan hadir dalam bentuk kekuatan untuk tetap bertahan, keteguhan untuk tetap berjalan di garis yang lurus, serta kelapangan hati dalam menerima setiap garis takdir.

Kami percaya bahwa persaudaraan sejati tidak butuh proklamasi atau pengumuman. Ia hidup dan bernapas dalam tindakan-tindakan kecil: saling mengingatkan dalam kebenaran, saling menegur dengan penuh kasih, dan saling menjaga dalam doa meski raga tak selalu bersua.

Dalam dunia yang sering kali menilai seseorang hanya dari pencapaian material, persaudaraan mengajarkan kami arti dari sebuah kehadiran yang tulus.

Jika suatu hari nanti jarak geografis memisahkan raga kami, biarlah untaian doa menjadi jembatan yang mendekatkan.

Jika waktu mengubah keadaan dan situasi, biarlah simfoni kenangan menjadi penguat di kala lemah.

Sebab, apa pun yang dibangun di atas fondasi keikhlasan dan karena-Nya, tidak akan pernah sirna ditelan zaman atau terkikis oleh keadaan.

Tulisan ini bukan sekadar luapan rasa yang sentimental, melainkan sebuah pengakuan jujur bahwa Allah Maha Baik dalam mempertemukan hati-hati yang saling membutuhkan.

Bahwa di balik setiap etape perjalanan yang berat, Allah selalu mengirimkan tangan-tangan untuk digenggam agar kita tidak jatuh sendirian di tengah jalan.

Semoga persaudaraan ini tetap terjaga selamanya, tidak oleh janji-janji manis manusia yang rapuh, melainkan oleh kehendak dan rahmat-Nya.

Semoga dua insan yang sudah melampaui batas pertemanan biasa ini senantiasa mendapatkan keberkahan dalam diam, ketenangan dalam doa, dan ketabahan dalam langkah panjang menuju ridha-Nya.

Karena pada akhirnya, yang paling kita butuhkan dalam hidup bukan sekadar teman seperjalanan untuk bersenang-senang, melainkan saudara seperjuangan untuk pulang.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu