Tim Respon Disaster Medical Committee (DMC) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) telah tiba di lokasi penugasan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026).
Kedatangan tim tersebut merupakan tindak lanjut dari pemberangkatan Tim Respon DMC RSML pada Selasa (18/8/2026) untuk membantu penanganan masyarakat terdampak bencana gempa bumi tektonik di wilayah NTT.
Pemberangkatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur untuk menyiagakan tim medis darurat bagi penanganan bencana di NTT.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur. Kondisi tersebut juga berdampak pada masyarakat yang membutuhkan dukungan, termasuk pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Instruksi tersebut diperkuat melalui surat LRB PP Muhammadiyah Nomor 699/I.18/D/2026 tertanggal 15 Agustus 2026 tentang kesiapan Emergency Medical Team (EMT) untuk NTT.
Menindaklanjuti surat tersebut, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur menggelar koordinasi internal pada 17 Agustus 2026. Hasil koordinasi kemudian ditindaklanjuti dengan surat tugas yang menunjuk Direktur RSML untuk menerjunkan tim respons medis ke wilayah terdampak.
Enam Personel DMC RSML Diberangkatkan
Enam personel yang tergabung dalam Tim Respon DMC RSML terdiri atas tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.
Mereka adalah dr. Muhammad Ivanda Dewantara sebagai dokter umum, M. Soni Irda Nofina, S.Kep., Ns. sebagai perawat, Agus Yulianto, S.Kep., Ns. sebagai perawat, Muhammad Rizal, Amd. Kep. sebagai perawat, Yusuf Efendi sebagai petugas rekam medis, serta M. Nur Kholis sebagai petugas kesehatan lingkungan (Kesling).
Sebelumnya, pelepasan tim berlangsung di RSML dan dihadiri jajaran direksi serta pengurus DMC.
Dalam pelepasan tersebut, Rachmat Ardiyanzah Pua Geno, S.KM., M.Kes. menjelaskan rute dan jadwal penugasan tim. Para relawan dijadwalkan bertugas hingga 29 Agustus 2026 di wilayah terdampak.
“Tim respon ini akan bertugas hingga 29 Agustus 2026. Tim akan berangkat nanti malam melalui transportasi udara dan dilanjutkan melalui jalur darat, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi geografis di sana,” ungkap Rachmat.
Tim Tiba di Lokasi Penugasan
Setelah menempuh perjalanan menuju Nusa Tenggara Timur, Tim Respon DMC RSML akhirnya tiba di Gorentalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Rabu (19/8/2026).
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kondisi terkini serta memetakan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Koordinasi tersebut dilakukan agar pelayanan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, keberadaan tim juga diharapkan dapat mendukung penanganan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Kehadiran Tim Respon DMC RSML di Nusa Tenggara Timur menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Tim diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat respons kemanusiaan Muhammadiyah di wilayah bencana. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments