Ketua Lazismu PDM Sidoarjo, Hifni Solikhin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan kultum bertema Taubat Nasuha dan Membersihkan Hati dalam rangkaian Sholat Tarawih di Masjid Al Mahdi Perumtas 3 Grabagan, Tulangan.
Kegiatan Sholat Isya dan Sholat Tarawih yang dirangkaikan dengan kultum Ramadhan kembali digelar di Masjid Al Mahdi Perumtas 3 Grabagan, Tulangan, Rabu (25/02/26). Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri jamaah dari lingkungan sekitar.
Penceramah pada kesempatan tersebut adalah Hifni Solikhin, S.Ag., M.Pd., selaku Ketua Lazismu PDM Sidoarjo. Dalam kultumnya, ia mengangkat tema “Taubat Nasuha dan Membersihkan Hati.”
Ajakan Bertakwa dan Menjaga Husnul Khatimah
Mengawali tausiyah, Hifni Solikhin membacakan Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 102 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Muslim.”
Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga ketakwaan kepada Allah SWT. Menurutnya, ketakwaan yang sungguh-sungguh akan mendatangkan kemudahan dalam kehidupan, melapangkan rezeki, serta menjaga setiap hamba agar wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Ramadhan sebagai Bulan Tarbiyah
Lebih lanjut, Ketua Lazismu PDM Sidoarjo menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan tarbiyah atau pendidikan bagi seluruh umat Islam. Melalui ibadah puasa, umat dilatih merasakan lapar dan dahaga sehingga tumbuh rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Bentuk kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai amalan kebaikan, seperti berbagi takjil maupun menyediakan makanan berbuka puasa bagi yang membutuhkan. Selain sebagai bulan tarbiyah, Ramadhan juga menjadi momentum terbaik untuk melakukan taubat nasuha, yakni taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bertekad tidak mengulangi dosa.
Bahaya Dosa dan Pentingnya Taubat Nasuha
Hifni Solikhin mengingatkan bahwa seseorang yang terus-menerus mengulangi dosa akan menimbulkan titik-titik hitam di dalam hati. Jika dibiarkan, hati akan semakin mengeras dan sulit menerima kebenaran.
Ia juga membacakan dalil dari Al-Qur’an Surat Al-Tahrim ayat 8 yang menekankan pentingnya bertaubat kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (taubat nasuha). Dalam penjelasannya, dosa yang berulang dapat menutup hati dari nasihat dan memunculkan penyakit hati seperti riya, hasad, dengki, serta kesombongan.
Di akhir kultum, ia berharap jamaah yang hadir semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, serta meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci. Ia juga mengingatkan agar tidak berputus asa terhadap ampunan Allah SWT, sehingga dapat mencapai derajat muttaqin di penghujung Ramadhan.






0 Tanggapan
Empty Comments