Drs. H. Muhammad Anwar, M.Pd., perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi rangkaian Pelatihan Muballighot Nasyiatul Aisyiyah (PMNA) dan Pelatihan Kerja Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan pada Sabtu (6/12/2025) di Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla).
Dalam sambutannya, Anwar mengingatkan para peserta tentang pentingnya keteguhan niat dan keberanian dalam berdakwah. Ia mengutip firman Allah dalam QS Muhammad: 7:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Ayat ini, tegasnya, menjadi pengingat bahwa dakwah tidak boleh berhenti hanya karena merasa belum pantas.
“Berdakwah itu jangan menunggu pantas, sebab kalau menunggu pantas tidak akan ada yang merasa pantas, maka mulailah,” ujarnya.
Ayat ini juga menegaskan bahwa setiap bentuk ikhtiar kemanusiaan—termasuk menolong sesama yang terdampak bencana—merupakan bagian dari upaya menegakkan nilai-nilai agama. Untuk itu, di Nasyiatul Aisyiyah harus memaknainya sebagai panggilan moral untuk menjadi pelopor kebaikan, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan pertolongan nyata di tengah umat.
Anwar menambahkan bahwa dakwah memiliki cakupan yang sangat luas, sebab dakwah itu bukan hanya ceramah, tetapi mencakup banyak metode dan pendekatan.
Dakwah hadir dalam pendidikan, pelayanan sosial, kesehatan, ekonomi, termasuk dalam keteladanan sehari-hari. Masyarakat membutuhkan dakwah yang ramah, kreatif, dan adaptif.
Ia berharap para peserta PMNA dan pelatihan kerja ini dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri, sekaligus memperkuat peran dakwah perempuan muda Muhammadiyah di tengah masyarakat.


0 Tanggapan
Empty Comments