Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan, Arika Karim, S.HI., S.Pd., memberikan sambutan pembuka pada Pelatihan Mubalighot Nasyiatul Aisyiyah (PMNA) dan Pelatihan Kerja—yang terdiri dari Pelatihan Bekam dan Table Manner—yang digelar Sabtu (7/12/2025) di Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla).
Dalam sambutannya, Arika mengajak seluruh peserta untuk menata niat sebelum memulai rangkaian pelatihan. Menurutnya, setiap ilmu dan keterampilan yang dipelajari harus diniatkan sebagai bentuk ibadah dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Arika menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya Pelatihan Table Manner adalah untuk melatih peserta memperbaiki pola sikap, etika makan, dan profesionalitas diri. Sementara pada pelatihan Bekam, Arika menegaskan bahwa kebutuhan terapis bekam perempuan sangat tinggi di masyarakat dengan melihat realita bahwa terapis bekam perempuan itu masih jarang sekali.
Membangun Kompetensi Muballighot Nasyiah pada Era Dakwah Globalisasi
Sementara pada PMNA, Arika mengingatkan kembali identitas Nasyiatul Aisyiyah sebagai gerakan dakwah perempuan muda Muhammadiyah. Ia mengutip QS Ali Imran: 104 sebagai dasar perintah berdakwah:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa dakwah adalah panggilan setiap kader NA: menyebarkan ilmu, menguatkan umat, dan berperan aktif dalam perbaikan sosial.
Untuk memotivasi peserta, lebih lanjut Arika juga menyampaikan hadits Nabi Muhammad SAW:
Dari Sahl bin Mu’adz bin Anas, dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِلِ
“Siapa yang mengajarkan ilmu, maka baginya pahala dari orang yang mengamalkan ilmu yang ia ajarkan, tidak mengurangi pahala yang mengamalkan sedikit pun juga.” (HR. Ibnu Majah, no. 240. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Arika menjelaskan, hadits ini menjadi motivasi utama bagi kader NA yang mengikuti PMNA, bahwa setiap ayat, setiap nasihat, setiap ilmu yang kita sampaikan akan terus mengalir pahalanya selama diamalkan orang lain. Ini investasi akhirat yang luar biasa.





0 Tanggapan
Empty Comments