Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Milad ke-109, PRA Dadapan Perkokoh Dakwah Kemanusiaan melalui Kebersamaan di Jati Wangi Park

Iklan Landscape Smamda
Milad ke-109, PRA Dadapan Perkokoh Dakwah Kemanusiaan melalui Kebersamaan di Jati Wangi Park
Foto bersama PRA Dadapan saat acara. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Dadapan menggelar peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah pada Jumat (29/5/2026) di Wahana Jati Wangi Park, Tuban. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, dirangkai dengan pengajian milad, senam bersama, serta outbound yang diikuti seluruh peserta dengan antusias.

Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars ‘Aisyiyah. Suasana khidmat begitu terasa sejak awal kegiatan.

Ketua PRA Dadapan, Istiadah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Milad ‘Aisyiyah menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam dakwah kemanusiaan, dimulai dari lingkungan keluarga.

“Sebagai kader ‘Aisyiyah, kita memiliki tanggung jawab besar untuk terus memperkokoh gerakan dakwah kemanusiaan. Dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Menjadi ibu yang mendidik dengan cinta, pendidik yang membimbing dengan keteladanan, penggerak masyarakat yang membawa kebermanfaatan, serta pribadi yang menebarkan perdamaian di mana pun berada,” tuturnya.

Ia juga berharap ‘Aisyiyah terus menjadi pelita peradaban yang melahirkan generasi berakhlak mulia, perempuan yang berdaya, keluarga yang tangguh, serta masyarakat yang damai dan berkemajuan.

Menutup sambutannya, Istiadah menyampaikan pantun yang disambut hangat para peserta:

Gathering dan outbound di Jati Wangi,

Jangan lupa menikmati indahnya pemandangan.

Bersama ‘Aisyiyah perempuan hebat dan mandiri,

Kita songsong ukhuwah dan perdamaian.

SMPM 5 Pucang SBY

Sambutan inti Milad ke-109 ‘Aisyiyah disampaikan Ketua PCA Solokuro, Siti Mukholifah. Ia mengajak seluruh kader menjadikan milad sebagai sarana muhasabah, refleksi, dan penguatan tekad untuk terus menghadirkan manfaat bagi umat dan bangsa.

Menurutnya, usia lebih dari satu abad bukan sekadar perjalanan panjang organisasi, melainkan bukti nyata keteguhan perempuan berkemajuan dalam menjalankan amanah dakwah dan pelayanan kemanusiaan.

“Sejak berdiri tahun 1917, ‘Aisyiyah telah membuktikan bahwa dakwah tidak hanya melalui kata-kata, tetapi melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat, membangun peradaban, dan menghadirkan solusi bagi persoalan umat,” ujarnya.

Ia memaparkan kontribusi nyata gerakan ‘Aisyiyah di berbagai bidang, mulai pendidikan, sosial-kemanusiaan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga kepedulian terhadap lingkungan hidup. Seluruh gerakan tersebut menjadi wujud nyata dakwah kemanusiaan yang terus dirawat ‘Aisyiyah.

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Milad ke-109 disebut sebagai energi baru untuk memperluas kebermanfaatan melalui gerakan bersama yang menguatkan solidaritas, membangun generasi, menjaga lingkungan, serta menebarkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Acara resmi Milad ditutup dengan doa yang dipimpin Korbid Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Umi Roisah, berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Usai pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan Senam ‘Aisyiyah Bahagia dan outbound yang diikuti 35 peserta. Dengan penuh semangat, para peserta mengikuti setiap rangkaian permainan bersama pemandu outbound. Tawa, kebersamaan, dan kekompakan mewarnai suasana Jati Wangi Park sepanjang kegiatan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 29/05/2026 23:29
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu